Menu

Mode Gelap

kempalanmanca · 9 Nov 2021 11:09 WIB ·

AS Tuntut Warga Negara Ukrainia dan Rusia dalam Serangan Ransomware Besar-besaran


					Ilustrasi Ransomware-Jawapos Perbesar

Ilustrasi Ransomware-Jawapos

WASHINGTON D.C-KEMPALAN: Departemen Keadilan AS telah lakukan tuntutan kepada satu warga negara Ukraina dan Rusia dalam salah satu serangan ransomware terparah dalam sejarah AS.

Tindakan AS melakukan tuntutan tersebut ke pengadilan AS terjadi setelah adanya tindakan serangan ransomware ke beberapa perusahaan besar di AS. Dari beberapa target serangan tersebut, salah satunya adalah serangan ke pipa penyalur bahan bakar terbesar di AS. Akibatnya adalah pengiriman bahan bakar sempar terhambat selama beberapa hari.

Warga kebangsaan Ukraina yang menjadi terdakwa adalah Yaroslav Vasinskyi yang sebelumnya ditangkap di Polandia bulan lalu karena tertangkap memasuki gedung penyedia perangkat lunak di Florida.

Dalam tindakannya tersebut, ia bersama timnya memasuki gedung perusahaan tersebut dan menginstall ransomware buatan kelompok REvil yang sangat berbahaya karena ransomware tersebut membelah keuntungan yang didapatkan perusahaan tersebut dan kemudian mengirimnya ke rekening tim Vasinskyi. Jenis serangan tersebut memang sudah sering terjadi dan targetnya adalah perusahaan besar.

Kelompok REvil sebelumnya pernah terlibat dalam serangan kepada penyuplai daging terbesar di dunia yaitu JBS SA yang kemudian pihak keamanan mampu mengembalikan 6 Juta USD dari pencurian tersebut. Namun pada saat ini, kelompok tersebut sudah tidak ada karena kepala operasinya sudah ditangkap.

Kemudian yang juga terlibat dalam serangan ransomware ini adalah warga kebangsaan Rusia yaitu Yevgeniy Polyanin yang kemudian dikenakan dakwaan dari Pengadilan AS di Texas dengan pasal melakukan kecurangan dan pencucian uang serta penyerangan ke infrastuktur AS.

Menanggapi hal tersebut, Presiden AS yaitu Joe Biden mengatakan pada Senin (8/11) bahwa AS akan mengambil tindakan penting untuk memperketat kembali keamanannya dari serangan siber.

(France24, Muhamad Nurilham)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pfizer Sebut Vaksin Booster Efektif Lawan Varian Omicron

9 Desember 2021 - 01:37 WIB

Pfizer-IDXChannel

Jenderal Tinggi India, Istri dan 11 Orang Lainnya Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter

9 Desember 2021 - 01:06 WIB

Jenderal Bipin Rawat-CNN

Olaf Scholz Resmi menjadi Kanselir Jerman, Janji untuk “Mulai dari Awal”

9 Desember 2021 - 00:48 WIB

Olaf Scholz-DW

Australia Gabung AS untuk Boikot Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

9 Desember 2021 - 00:35 WIB

Scott Morrison-CNN

Biden Ancam Putin dengan Sanksi “Kuat” jika Serang Ukraina

9 Desember 2021 - 00:13 WIB

Biden-DW

India dan Rusia Teken Kerja Sama Perdagangan dan Senjata

8 Desember 2021 - 00:31 WIB

Narendra Modi-BBC
Trending di kempalanmanca