WASHINGTON D.C-KEMPALAN: Departemen Keadilan AS telah lakukan tuntutan kepada satu warga negara Ukraina dan Rusia dalam salah satu serangan ransomware terparah dalam sejarah AS.
Tindakan AS melakukan tuntutan tersebut ke pengadilan AS terjadi setelah adanya tindakan serangan ransomware ke beberapa perusahaan besar di AS. Dari beberapa target serangan tersebut, salah satunya adalah serangan ke pipa penyalur bahan bakar terbesar di AS. Akibatnya adalah pengiriman bahan bakar sempar terhambat selama beberapa hari.
Warga kebangsaan Ukraina yang menjadi terdakwa adalah Yaroslav Vasinskyi yang sebelumnya ditangkap di Polandia bulan lalu karena tertangkap memasuki gedung penyedia perangkat lunak di Florida.
Dalam tindakannya tersebut, ia bersama timnya memasuki gedung perusahaan tersebut dan menginstall ransomware buatan kelompok REvil yang sangat berbahaya karena ransomware tersebut membelah keuntungan yang didapatkan perusahaan tersebut dan kemudian mengirimnya ke rekening tim Vasinskyi. Jenis serangan tersebut memang sudah sering terjadi dan targetnya adalah perusahaan besar.
Kelompok REvil sebelumnya pernah terlibat dalam serangan kepada penyuplai daging terbesar di dunia yaitu JBS SA yang kemudian pihak keamanan mampu mengembalikan 6 Juta USD dari pencurian tersebut. Namun pada saat ini, kelompok tersebut sudah tidak ada karena kepala operasinya sudah ditangkap.
Kemudian yang juga terlibat dalam serangan ransomware ini adalah warga kebangsaan Rusia yaitu Yevgeniy Polyanin yang kemudian dikenakan dakwaan dari Pengadilan AS di Texas dengan pasal melakukan kecurangan dan pencucian uang serta penyerangan ke infrastuktur AS.
Menanggapi hal tersebut, Presiden AS yaitu Joe Biden mengatakan pada Senin (8/11) bahwa AS akan mengambil tindakan penting untuk memperketat kembali keamanannya dari serangan siber.
(France24, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi