PORTIMAO-KEMPALAN: Francesco Bagnaia sukses membungkam ambisi Fabio Quartararo sebelum balapan GP Algarve. Seperti diketahui, Quartararo berhasrat menularkan suksesnya jadi juara dunia MotoGP musim ini kepada Monster Energy Yamaha dan pabrikan Yamaha.
Dia ingin mencatatkan triple crown dengan membawa timnya Monster Energy jadi tim terbaik di MotoGP musim ini, dan Yamaha jadi konstruktor terbaik musim ini. Sayangnya, ambisi tersebut harus pupus.
Pecco (panggilan akrab Bagnaia) yang membuyarkannya. Keberhasilan Pecco menuntaskan race di Algarve International Circuit, Portimao, Minggu malam (8/11) sebagai pemenang jadi penentu sukses tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Team itu mencatatkan waktu tercepat 38 menit 17,72 detik. Dia sukses mengungguli Rafa Mir yang membuntutinya di posisi kedua dengan selisih 2,478 detik. Di mana Quartararo?
El Diablo (julukan Quartararo) gagal menuntaskan balapan kali ini setelah terjatuh saat lima laps terakhir. Bagi Quartararo, ini kali pertama dalam balapan musim 2021 dia gagal menyentuh garis finis.
Alhasil, Pecco pun seperti mendapatkan kado yang tertukar dengan Quartararo. Dia gagal meraih gelar juara dunia tapi dia mampu membawa Ducati memenangi gelar sebagai konstruktor terbaik di MotoGP musim ini.
Pabrikan motor yang bermarkas di Bologna itu mengumpulkan 332 poin. Berjarak 34 angka dari Yamaha di posisi kedua dengan koleksi 298 poin. Pecco pun bisa bawa Ducati menangi gelar tim terbaik di Circuit Ricardo Tomo, Valencia, 14 November mendatang.
Bukan hanya satu gelar seperti Quartararo, Pecco bahkan bisa merasakan double crown alias dua gelar juara sekaligus dalam satu musim. ’’Saya sangat senang! Saya ingin menuntaskan balapan dengan bendera kotak-kotak, bukan red flag. Tetapi itu tetap kemenangan menakjubkan,’’ sebut Pecco.
Murid Valentino Rossi itu pun mengaku sudah merasakan feeling positif sejak sebelum balapan. Terutama ketika dia mampu menyegel posisi pole position. ’’Semuanya sempurna dam saya pun senang karena Ducati bisa memenangi gelar Konstruktor. Kami layak mendapatkannya sekali lagi,’’ tutur pembalap berusia 24 tahun itu.
Bagi Ducati, ini kali kedua mereka dinobatkan sebagai Konstruktor terbaik. Musim lalu, Ducati pun mengungguli Yamaha dengan selisih 17 poin pada akhir musim. ’’Sekarang kami akan pergi ke Valencia untuk menyelesaikan balapan MotoGP musim ini dengan hasil bagus lainnya,’’ koar Pecco.

Termasuk kepada Pecco, CEO Ducati Motor Holding Claudio Domenicali pun mengucap terima kasih kepada seluruh pembalap-pembalap Ducati. Baik di tim Ducati Lenovo Team, ataupun tim-tim lainnya yang menggunakan motor Ducati Desmosedici seperti Pramac Racing, Sky VR46 Esponsorama, Sky VR46 Avintia, Esponsorama Racing, dan Avintia Esponsorama.
’’Kini kami berharap bisa mengakhiri musim di Valencia dengan cara yang terbaik dan kami pun akan menatap musim depan dengan keinginan untuk jadi lebih bagus dan lebih bagus lagi,’’ tutur Domenicali. (Yunita Mega Pratiwi)
Hasil Akhir GP Algarve:
- Francesco Bagnaia Ducati Team (GP21) 38 menit 17,72 detik
- Joan Mir Suzuki Ecstar (GSX-RR) +2,478
- Jack Miller Ducati Team (GP21) +6,402
- Alex Marquez LCR Honda (RC213V) +6,453
- Johann Zarco Pramac Ducati (GP21) +7,882
- Pol Espargaro Repsol Honda (RC213V) +9,573
- Jorge Martin Pramac Ducati (GP21)* +10,144
- Alex Rins Suzuki Ecstar (GSX-RR) +10,742
- Enea Bastianini Avintia Ducati (GP19)* +13,840
- Brad Binder Red Bull KTM (RC16) +14,487
- Takaaki Nakagami LCR Honda (RC213V) +20,912
- Luca Marini Sky VR46 Avintia Ducati (GP19) +22,450
- Valentino Rossi Petronas Yamaha (YZR-M1) +22,752
- Andrea Dovizioso Petronas Yamaha (YZR-M1) +26,207
- Stefan Bradl Repsol Honda (RC213V) +26,284
- Maverick Viñales Aprilia Gresini (RS-GP) +26,828
- Franco Morbidelli Monster Yamaha (YZR-M1) +27,863

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi