Menu

Mode Gelap

Kempalpagi · 6 Nov 2021 08:48 WIB ·

Mr. Y dan Mafia Sepak Bola Indonesia


					PSSI Liga 1 (pssi.org) Perbesar

PSSI Liga 1 (pssi.org)

KEMPALAN: Mister Y menjadi manusia misterius yang tengah menjadi sorotan penggemar dan pemerhati sepak bola di Indonesia. Dia muncul di talk show Mata Najwa, mengaku sebagai wasit PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), dan mengungkapkan bahwa dia sudah dua kali memimpin pertandingan Liga 1, liga tertinggi PSSI, dan teribat dalam match fixing, pengaturan skor, dalam dua pertandingan itu.

Otoritas sepak bola nasional seolah-olah kaget. Publik sepak bola seolah terkejut dengan pengakuan itu. Ternyata masih banyak mafia sepak bola yang berkeliaran. Ternyata masih banyak pejudi pengatur skor. Ternyata kepengurusan PSSI masih sama saja dari dulu sampai sekarang.

Apa yang diungkapkan Mr. Y itu lagu lama, tidak ada yang baru. Pengaturan skor, suap pemain dan pelatih, dan oknum PSSI yang terlibat, adalah lagu lama yang diputar berkali-kali. Toh demikian, tidak pernah ada penyelesaian yang tuntas dari PSSI dan dari otoritas negara. Judi jalan terus, mafia jalan terus, kepengurusan PSSI jalan terus.

Yang dilakukan PSSI malah lucu. Alih-alih berusaha membongkar praktik busuk atas informasi dari Mata Najwa, PSSI malah sibuk menggugat Mata Najwa supaya membuka identitas Mr. Y. Semua mafhum bahwa identitas narasumber yang dirahasiakan dijamin oleh undang-undang pers.

Sudah pasti Mata Najwa tidak akan mengungkap identitas Mr. Y. Mengungkap identitas narasumber adalah pengkhianatan terhadap profesi jurnalis. Najwa akan memilih konsekuensi hukum daripada menyerahkan identitas narasumber kepada PSSI.

PSSI akan menempuh jalur hukum untuk membatalkan imunitas hak tolak media. PSSI juga akan mengadu ke Dewan Pers untuk bisa membatalkan kekebalan media dari perahasiaan narasumber.

Bukannya sibuk melawan mafia, PSSI malah sibuk melawan media. Sejarah pers Indonesia sudah membuktikan bahwa para jurnalis siap memilih penjara ketimbang mengorbankan idealisme. Sikap PSSI yang konfrontatif pasti akan mengundang solidaritas media yang luas. Semua organisasi media pasti akan berdiri di depan Najwa untuk menjadi benteng menghadapi PSSI.

Apa yang diungkap Mata Najwa hanyalah asap yang muncul dari sebuah kebakaran. Tidak akan ada asap kalau tidak ada api. PSSI bukannya berterima kasih kepada media yang sudah mengungkapkan asap. PSSI bukanya mencari api yang menjadi penyebab munculnya asap dan memadamkannya. PSSI malah sibuk membersihkan asap dan membiarkan api tetap menyala-nyala.

Mafia pengatur skor jelas-jelas ada di depan mata. Tapi penyelesaian yang dilakukan PSSI dari dulu sampai sekarang tidak pernah ada kemajuan. Pemain yang terlibat dalam atur skor dipecat dan dengan begitu persoalan dianggap sudah selesai. Padahal, para pemain itu hanyalah aktor kecil dari drama besar mafia sepak bola Indonesia. Sutradara dan produsernya tidak pernah disentuh, apalagi ditindak dan diadili.

Para pemain yang dipecat itu hanya figuran kecil saja. Mr. Y yang mengatur skor pertandingan itu hanya aktor kecil saja. Ada sutradara dan produser besar yang mengendalikan mereka. Ada operator-operator yang mengatur mereka. Ada organisasi bayangan yang beroperasi dalam senyap, dengan sistem jalur komando terputus, dan sistem sel yang terputus. Satu lapis dengan lapis lainnya terisolasi tidak saling kenal.

Dulu ada satuan tugas anti mafia sepak bola yang diinisiasi oleh Polri. Ada operasi besar dan beberapa penangkapan penting dilakukan di Yogyakarta dan di Surabaya. Publik gembira dan menaruh harapan terhadap tim anti mafia ini.

Para pemerhati sepak bola Indonesia sudah mengenal orang-orang yang ditangkap itu. Mereka disebut-sebut sebagai bagian dari jaringan mafia pengatur skor. Tapi, publik sepak bola juga tahu bahwa mereka hanya pemain kelas papan tengah, bukan papan atas.

Para pemain di…

Artikel ini telah dibaca 245 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Rumini dan Siskaee

9 Desember 2021 - 08:18 WIB

Omicron dan Nataru

8 Desember 2021 - 09:19 WIB

Percuma Lapor Polisi

7 Desember 2021 - 08:29 WIB

Novia

6 Desember 2021 - 10:04 WIB

Semeru

5 Desember 2021 - 09:19 WIB

Sugali

4 Desember 2021 - 09:17 WIB

Trending di Kempalpagi