SURABAYA-KEMPALAN: Salah satu karya dari mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (UBAYA), Arby Maulana, beberapa hari lalu tampil di Time Square New York, Amerika Serikat. Mantan Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ini menjadi creator/pencipta karya tunggal dari project Jagonyaayam NFT Indonesia.
Karya dari mahasiswa semester akhir itu bekerja sama dengan KFC Indonesia dalam project NFT KFC, yaitu Jagonyaayam NFT tampil di 1540 Broadway Billboard Times Square New York dan juga tampil di beberapa billboard spot di Jakarta!

Dalam project ini Arby Maulana menjadi kreator tunggal dibantu oleh tiga orang lainnya, yaitu Rob Raffael Kardinal, Rob Clinton Kardinal, dan Sean Gelael dalam membuat 4848 karya NFT yang unik dan terbatas.
Melihat karyanya tampil di Times Square Arby mengaku sangat bahagia karena sebagai mahasiswa semester akhir, Arby masih bisa menyumbangkan karya-karya yang bisa tampil tidak hanya dalam negeri tapi sampai ke luar negeri. “Proyek ini merupakan project non-fungible token atau NFT. Merupakan proyek resmi pertama kali yang berlisensi di Indonesia yang dikeluarkan oleh KFC Indonesia. NFT sendiri merupakan asset digital yang mewakili objek dunia nyata seperti karya seni, music, item pada game, dan bahkan video pun bisa menjadi suatu NFT. NFT pun bisa dibeli dan dijual secara online, seringkali dengan cryptocurrency atau mata uang kripto,” terang Arby.
Bagaimana proses pembuatan karya NFT ini? Arby menggambar kurang lebih sebanyak 100 asset yang akan generate dan menghasilkan ribuan bentuk karya yang tidak akan mirip karya satu dengan karya lainnya.
“Sebelum membuat dan memulai saya selalu berdoa kepada Tuhan dan minta doa untuk kelancaran kepada orangtua agar dilancarkan, kemudian saya perbanyak mencari referensi dan sharing kepada teman-teman dan komunitas untuk saling bertukar ilmu dan meminta pendapat. Kemudian saya mencari tempat yang cukup tenang dan mengatur watku agar memiliki target dan secara tidak langsung ada pressure atau tekanan untuk saya menyelesaikan karya, misalkan saya harus selesai dua karya dalam waktu satu jam di mana saya menjadi lebih tertantang dan lebih semangat untuk mencapai target dan hal itu juga saya lakukan dalam bentuk mengetes seberapa kecepatan dan ketepatan dalam menggambar,” terang dia.

Arby mengungkapkan, karyanya ditampilkan pada akhir Oktober. “Beberapa tahun lalu saya memiliki salah satu mimpi, karya yang saya buat dapat terpampang di penjuru kota-kota besar Indonesia bagai seniman terkenal Tanah Air yang menginspirasi, ternyata Tuhan memberikan lebih, karya saya bukan hanya terpampang dipenjuru ibu kota, bahkan bisa terpampang di 1540 Broadway Billboard Times Square New York city. Perasaan hati sangat bahagia tentunya di mana sebagai mahasiswa semester akhir masih bisa menyumbangkan karya dan tentunya tidak boleh cepat puas dan harus berkembang lebih lagi,” tutur Arby.
Dalam membagi waktu antara persiapan sidang tugas akhir dan project besar ini, Arby mengaku kuncinya fokus. Arby pun mengingat pernah membaca suatu kata-kata motivasi yang dipegangnya hingga saat ini. “Jika kita inginkan suatu hal, maka akan ada 1000 cara yang terlintas di kepala kita. Tetapi jika kita tidak menginginkan suatu hal itu maka akan ada 1000 alasan yang muncul di kepala. Cintai pekerjaan itu, maka pekerjaan itu akan mencintai kita. Berdoa, lakukan, fokus, dan tawakal,” pungkas dia. (*)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi