Kamis, 18 Juni 2026, pukul : 22:08 WIB
Surabaya
--°C

Bisakah Parpol Baru Lolos Parliamentary Threshold?

“Riset mahasiswa saya ada caleg PSI yang masuk menjadi anggota DPRD Kota Malang karena modal sosial yang kuat. Dia seorang pekerja sosial dan banyak bantu masyarakat. dia popular. Karena itu lolosnya di DPRD karena faktor sosial dan bukan faktor politik,” urai Sobari

Di samping itu parpol baru harus membuat program dan konsep kekinian yang memang dibutuhkan masyarakat, katanya. Ada gagasan dan ide alternatif yang bagus dan dibutuhkan masyarakat pemilih, urai dosen muda yang rajin menelitih itu.

“Faktor ketiga adalah dana yang cukup. Tanpa dana besar susah parpol baru menembus PT,” katanya. Mulai dari pendirian, pengembangan, pencalegan, kampanye, dan penghitungan suara perlu dana besar. Apalagi kalua ada kebutuhan vote buying, urai Sobari.

Menurut Dr Himawan Bayu Patriadi, dari Fisip Universitas Jember (Unjem), PKN tampaknya susah menembus PT. Berdasarkan penelitian, orientasi dan identifikasi politik rakyat , terutama di wilayah pedesaan, lebih kepada partai-partai yang sudah lama eksis, kata dosen Perbandingan Politik itu.

BACA JUGA  Tragis!, Kericuhan Pecah di Jalan Sehat Tahun Baru Islam Pemprov Jatim, Kotak Undian Ditumpahkan Massa

“Masyarakat lebih mengenal partai maupun tokoh dari partai lama dari pada partai baru. Mereka enggan memberikan suaranya kepada kekuatan politik yang mereka belum kenal baik,” kata Bayu kepada Optika.id lewat WhatsApp, Senin (01/11/2021)

Menurut Bayu, idealnya perlu disurvei tentang PKN atau parpol baru. Dengan survei kita dapat data akurat tentang elektabilitas parpol baru tersebut

“Karakter voting behavior Indonesia, khususnya di daerah rural, yang cenderung lebih ditentukan ketokohan seorang figur politik daripada isu/program politik yang diusung, nampaknya agak sulit bagi PKN untuk merengkuh suara yang signifikan dalam pemilu 2024,” katanya lebih lanjut.

PD dulu berhasil lolos meraup suara yang relatif signifikan karena ketokohan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Sementara PKN, setidaknya sampai saat ini, belum mempunyai tokoh sentral yang bisa diandalkan sebagai vote getter, urai Bayu.

BACA JUGA  Mundur Selangkah, Maju Seribu Langkah

Menurut Tripitono, dosen FEB Universitas Trunojoyo Bangkalan, masyarakat semakin rasional. Jika parpol baru mampu buat alternatif yang dibutuhkan masyarakat akan didukung. Tapi kalau tidak memberikan harapan baru ya kalah dengan parpol lama, katanya lebih lanjut.

“Kalau melihat figur Anas dan Pasek, melalui jaringan dan pengalaman, saya yakin partai ini akan tumbuh berbeda dibanding partai baru lain, memiliki potensi yang lebih besar dibanding perindo dan PSI,” perkiraan dosen FEB ini.

Sementara itu Ali Sahab berpandangan sama dengan Tripitono. Ketokohan AU dan gaya kepemimpinanya AU yg egaliter sewaktu menjadi Ketum DPP PD merupakan modal kuat untuk lolos PT. Bagi pengurus PD dan pemilih loyalis AU pasti akan bergeser ke PKN, kata dosen Perilaku Memilih di Fisip Unair itu.

Krisis Lahirkan Parpol Baru…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.