Menu

Mode Gelap

Kempalantek · 30 Okt 2021 05:48 WIB ·

Teliti Pengganti Kantong Plastik Sintetik, Wisudawati Teladan Teknobiologi UBAYA S-2 di UNS Solo


					Jesica Viona Setiawan, S.Si. Perbesar

Jesica Viona Setiawan, S.Si.

SURABAYA-KEMPALAN: Jesica Viona Setiawan, S.Si, wisudawati dari Program Studi Biologi Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA) yang diwisuda Sabtu (30/10/2021),  kini sudah diterima studi lanjut magister alias S-2 Ilmu Lingkungan (Environmental Science) di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta: kampus PTN yang kebetulan berlokasi di kampung halamannya itu. Meraih predikat sebagai wisudawan teladan, alumnus SMA Katolik Regina Pacis Surakarta ini pun lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,729.

Asisten dosen praktikum mata kuliah Teknik Analisa Mikroorganisme dan berbagai mata kuliah lainnya semasa berkuliah S-1 itu pun, melakukan penelitian tugas akhir mengenai topik lingkungan. “Saya melakukan penelitian dasar yang menguji potensi limbah sebagai bahan dasar bioplastic sebagai upaya alternatif pengganti kantong plastik sintetik,” terang Jesica.

Jesica membacakan peraturan kepada mahasiswa baru sebagai koordinator Sie Kesekretariatan dan Evaluasi dalam acara Masa Orientasi Bersama (MOB) Fakultas Teknobiologi UBAYA 2019.

Dengan judul skripsi “Potensi Pati dari Limbah Bekatul Padi (Oryza sativa L.) dan Nanowhisker Kitin dari Limbah Kulit Udang dengan Plasticizer Gliserol dalam Pembuatan Bioplastic,” alumnus berpredikat cumlaude ini dapat mengetahui potensi bisa digunakan atau tidaknya limbah tertentu dalam pembuatan bioplastic beserta kemampuan degradasinya ketika dihadapkan dengan kondisi tertentu, yaitu ditimbun di dalam tanah.

“Penelitian ini dilakukan karena saya prihatin akan masalah dunia yaitu banyaknya sampah plastik, sehingga diharapkan dengan menggunakan bioplastic yang terbuat dari limbah maka kita dapat mengurangi pencemaran lingkungan karena bahan-bahannya dapat diperbaharui dan bioplastic mudah terdegradasi dibandingkan dengan kantong plastik sintetik,” papar Jesica.

Penelitian ini, kata penghobi travelling tersebut, juga didorong oleh beberapa alasan.  “Bahan non-limbah yang selama ini digunakan sebagai bahan dasar bioplastic seperti singkong dan kentang masih banyak digunakan sebagai makanan pokok dalam berbagai kalangan masyarakat, harga dari bioplastic yang dibuat dari bahan non limbah biasanya cukup mahal sehingga masyarakat seringkali menjadi enggan untuk menggunakan bioplastic dibandingkan dengan kantong plastik sintetik, dan limbah yang tidak dimanfaatkan atau diolah akan mencemari lingkungan serta mengganggu kehidupan manusia,” terang Jesica.

Semasa kuliah pun, Jesica merupakan tipikal mahasiswa yang seimbang antara kesibukan akademik maupun aktivitas organisasi mahasiswa. Tahun 2019, Bersama dua seniornya, Jennifer Crismonika, S.Si. dan Celine Tamara Siahu, S.Si, Jesica berada dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa-Penelitian (PKM-P) yang dibiayai Kemendikbud Dikti. “Penelitiannya berjudul ‘Kloning Promoter Gen OPRM1 Reseptor Morfin untuk Deteksi Cepat Morfin’,” jelas Jesica.

Tak hanya itu. Sebagai asisten dosen, Jesica pernah mengampu praktikum Fisika Dasar, praktikum mata kuliah Teknik Analisa Mikroorganisme, praktikum mata kuliah Ekologi dan Biologi Lingkungan, serta mata kuliah Mikrobiologi Tanah.

Sementara itu, sebagai aktivis mahasiswa, Jesica antara lain aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknobiologi UBAYA, menjadi panitia Biotech Camp (Biocamp) 2017, sie acara Technobio Grand Award and Impressive Fest (TGIF), hingga menjadi Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknobiologi periode 2018/2019, dan beraneka kegiatan kemahasiswaan lainnya. Selain itu, Jesica kini menjabat Koordinator Alumni Fakultas Teknobiologi angkatan 2017 di Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Teknobiologi UBAYA.

Jesica memberi teguran pada mahasiswa baru sebagai koordinator Sie Kesekretariatan dan Evaluasi dalam acara Masa Orientasi Bersama (MOB) Fakultas Teknobiologi 2019.

Menurut Jesica, Fakultas Teknobiologi UBAYA merupakan wadah pembelajaran yang telah membimbingnya sebagai mahasiswa selama empat tahun terakhir. “Ada sangat banyak pengalaman yang tak terlupakan selama saya menjalani perkuliahan. Selama menempuh studi di Fakultas Teknobiologi, saya mendapat berbagai hard skills dari kegiatan perkuliahan dan juga berbagai soft skills dari kegiatan organisasi. Saya dapat menjadi pribadi dengan karakter yang lebih baik berkat kerja keras dari para senior serta dosen yang dengan sabar dan tekun mengarahkan. Saya juga sangat bersyukur karena memiliki kesempatan untuk dapat berkuliah di Fakultas Teknobiologi UBAYA yang memiliki fasilitas seperti laboratorium yang modern dan lengkap, serta ruang kelas yang nyaman, dosen pengajar yang ramah, sangat kompeten dalam mendidik dan menjadi teladan bagi mahasiswa,” terang dia.

Jesica berharap, Fakultas Teknobiologi UBAYA dapat terus berkembang. “Selain itu saya berharap relasi yang telah terbentuk selama perkuliahan dapat terus dipertahankan. Semua pihak yang terlibat merupakan satu keluarga besar di Fakultas Teknobiologi. Saya yakin Fakultas Teknobiologi akan semakin maju dan terus menorehkan berbagai prestasi yang gemilang di dunia bioteknologi,” pungkas Jesica. (*)

Editor: Freddy Mutiara

Artikel ini telah dibaca 73 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Ketua DPD RI Sampaikan Persyaratan Menuju Digitalisasi Pertanian di Seminar Agrotech 2021. Apa Saja Itu?

28 November 2021 - 06:40 WIB

Siap Layani Industri dan Masyarakat, Teknik Sipil UK Petra Resmikan Laboratorium Struktur

27 November 2021 - 16:52 WIB

Ubhara Gandeng UKWMS dan UWP Kembangkan Tepung Labu Kuning

27 November 2021 - 05:41 WIB

Oppo Meluncurkan Oppo Enco free21 TWS dan Oppo Smart TV R1

27 November 2021 - 01:01 WIB

Sudah Kantongi Sertfikat TKDN, Huawei P50 Pro Sebentar Lagi Meluncur di Indonesia

27 November 2021 - 00:59 WIB

Instagram Akan Memperpanjang Durasi Fitur Instastory

27 November 2021 - 00:54 WIB

Trending di Kempalantek