Menu

Mode Gelap

Kempalanbis · 30 Okt 2021 05:57 WIB ·

Covid-19 di Surabaya Terus Melandai, Omzet Pedagang SWK Merangkak Naik


					Salah satu SWK di Kota Surabaya yang omzetnya mulai merangkak naik setelah diizinkan buka sampai jam 12 malam. Perbesar

Salah satu SWK di Kota Surabaya yang omzetnya mulai merangkak naik setelah diizinkan buka sampai jam 12 malam.

SURABAYA-KEMPALAN: Omzet pedagang dari total 48 Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Kota Surabaya tercatat mulai merangkak naik. Kenaikan ini salah satunya disebabkan karena faktor melandainya pandemi Covid-19 dengan diikuti sejumlah kelonggaran.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkopum) Kota Surabaya Widodo Suryantoro mengatakan, kondisi pandemi di Kota Surabaya yang terus melandai rupanya berdampak positif bagi para pelaku usaha. Tak terkecuali para pedagang di SWK yang tersebar di beberapa wilayah Surabaya.

“Kalau saat ini omzet mereka (pedagang SWK) sudah luar biasa, setelah dibuka kesempatan (diizinkan) sampai jam 12 malam,” kata Widodo, Jumat (29/10).

Kebijakan tersebut sebelumnya telah diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, 2, dan 1 COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali.
Dalam Inmendagri itu, salah satunya diatur mengenai jam operasional bagi warung makan, warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang diizinkan hingga pukul 22.00 WIB dengan maksimal pengunjung 75 persen. Sementara bagi pelaku usaha yang operasionalnya mulai malam hari, dapat beroperasi maksimal hingga pukul 00.00 WIB dengan kapasitas maksimal 75 persen.

Widodo menjelaskan, sejak PPKM Darurat diterapkan, beberapa pelanggan SWK sendiri juga bertanya kapan diizinkan buka. Nah, setelah situasi Covid-19 di Surabaya ditetapkan level 1, maka pedagang SWK akhirnya diizinkan beroperasi hingga tengah malam dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Pelanggan (SWK) sendiri juga sudah lama menunggu kapan SWK kembali boleh dibuka,” terang mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya ini.

Widodo juga mengungkapkan, dari total 48 SWK yang ada di Surabaya, 22 di antaranya kini omzet penjualannya sudah mencapai sekitar 85 persen. Sedangkan 12 SWK lain, omzetnya sudah 100 persen bahkan lebih.

“Sudah sekitar 85 persen seperti normal. Tapi untuk 12 SWK itu omzetnya sudah normal, bahkan ada yang lebih, seperti SWK Bratang dan Dharmahusada, sudah lebih dari normal,” ungkap dia.

Meski sudah diizinkan buka hingga pukul 12 malam, Widodo menyatakan, seluruh pedagang di SWK tetap diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan. Tak terkecuali bagi para pengunjung atau pembeli. Seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Tapi pedagang kan macam-macam, jadi kita juga selalu ingatkan dan kita dampingi. Ada pendamping di sana yang selalu mengingatkan prokes,” ujarnya.

Pihaknya berharap, dengan kondisi Covid-19 yang terus melandai dan diiringi sejumlah kelonggaran, omzet atau pendapatan para pedagang di SWK dapat kembali normal. “Saat ini omzet mereka mencapai sekitar 85 persen. Semoga bisa segera kembali seperti sediakala,” pungkas dia. (Dwi Arifin)

Editor: Freddy Mutiara

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Wamendag RI: Harga Bahan Pokok Nataru hingga Awal Tahun 2022 Aman

8 Desember 2021 - 05:46 WIB

Sah! PPKM Level 3 Batal Demi KIAN

8 Desember 2021 - 05:35 WIB

Wali Kota Eri Terima Gelar Kehormatan dari Sulut

7 Desember 2021 - 15:51 WIB

Kepuasan (Psikologis, Ekonomis) vs PPKM

7 Desember 2021 - 08:35 WIB

40 Tahun Tak Tergarap, Lahan PT PKHI di Bangkalan Minta Dikembalikan ke Negara

6 Desember 2021 - 22:17 WIB

Tingkatkan Perekonomian Lokal, Ketua DPD RI Dukung Revitalisasi Cagar Budaya

6 Desember 2021 - 14:42 WIB

Trending di Kempalanbis