Menu

Mode Gelap

Kempalpagi · 22 Okt 2021 07:54 WIB ·

Republik Celeng


					Buku Perbesar

Buku "Animal Farm" karya George Orwell.

KEMPALAN: Alkisah, pada suatu malam di Peternakan Manor milik Pak Tua Jones, ada seekor celeng tua bernama Major yang tengah mengumpulkan rekan-rekannya sesama celeng dan hewan-hewan penghuni peternakan.

Si celeng tua menceritakan mimpinya mengenai sebuah kehidupan yang lebih baik. Selama peternakan dikuasai oleh Pak Tua, hidup warga binatang sangat menderita karena kepemimpinan Pak Tua yang otoriter.

Pak Major menyampaikan permenungannya yang sangat filosofis mengenai kehidupan binatang yang terkekang tanpa kebebasan di peternakan. Ia bercerita mengenai perenungannya tentang sifat kehidupan binatang. Perihal hidup mereka yang super-sengsara dan penuh perbudakan. Mereka hanya diberi makan untuk menjaga napas mereka, lalu dipaksa kerja keras ,dan ketika tidak berguna mereka disembelih dengan cara yang keji.

Dalam orasunya yang sangat menyentuh, Celeng Tua Major mengatakan, “Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mengkonsumsi tanpa menghasilkan. Ia tidak mengeluarkan susu, tidak bertelur, dan ia terlalu lemah menarik bajak, ia tidak bisa lari cepat untuk menangkap terwelu. Namun, ia penguasa atas semua binatang. Tenaga kita diperas untuk membajak sawah, kotoran kita diolah untuk menyuburkan tanah. Tetapi tak satu pun dari kita memiliki hak atas tanah peternakan yang luas ini.”

Si Celeng Tua mengingatkan semua warga peternakan untuk memperkuat solidaritas. Dalam komunikasi sehari-hari ia menginstruksikan semua warga binatang saling memanggil dengan sebutan “Kamerad” yang berarti sobat, teman, atau rekan.

Setelah sekian lama hidup di bawah tirani manusia yang otoriter, Pak Major menyampaikan gagasannya bahwa suatu saat warga binatang harus melakukan pemberontakan untuk mengambil alih kekuasaan dari tangan Pak Jones. Warga binatang akan menciptakan pemerintahan yang dikuasai oleh warga binatang untuk kemakmuran dan kesejahteraan warga binatang sendiri.

Setelah sekian lama melakukan indoktrinasi ideologi terhadap warga binatang, muncul kesadaran untuk membebaskan diri. Para warga binatang mempersiapkan pemberontakan dengan rapai. Tak lama, pemberontakan pun benar-benar terjadi. Dua celeng cerdas muncul sebagai pemimpin, Snowball dan Napoleon, dan berhasil mengusir Pak Tua Jones dari peternakan.

Nama peternakan Manor Farm pun diubah menjadi ‘’Republik Binatang’’ dengan dua celeng itu bertindak sebagai pemimpin dan wakil pemimpin. Para binatang mengatur hidupnya sendiri dan menetapkan undang-undang sendiri. Mereka menetapkan ideologi negara yang disebut sebagai ‘’Binatangisme’’ yang mengtur kehidupan ‘’prikebinatangan’’.

Dari prinsip Binatangisme itu Snowball dan Napoleon kemudian merumuskan dasar negara yang terdiri dari tujuh butir ‘’Sapta Sila’’ yang menjadi dasar pemerintahannya. Tujuh dasar itu adalah:
Apapun yang berjalan dengan dua kaki adalah musuh;
Apapun yang berjalan dengan empat kaki dan bersayap adalah teman;
Tak seekor binatang pun boleh mengenakan pakaian;
Tak seekor binatang pun boleh tidur di ranjang;
Tak seekor binatang pun boleh minum alkohol;
Tak seekor binatang pun boleh membunuh binatang lain;
Semua binatang adalah setara.

Celeng-celeng yang lebih kompak dan cerdas kemudian menjadi elite politik baru. Snowball dan Napoleon yang semula kompak mulai saling berebut pengaruh. Dualisme kepemimpinan Snowball dan Napoleon mulai mengalami benturan-benturan. Masing-masing kubu berusaha saling menggulingkan. Hingga akhirnya, dengan strategi yang terencana dan politik adu domba, Napoleon berhasil menjadi pemimpin tertinggi di peternakan dan menyingkirkan Snowball.

Seiring berjalannya waktu…

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Sugali

4 Desember 2021 - 09:17 WIB

Reuni

3 Desember 2021 - 09:37 WIB

Dudung

2 Desember 2021 - 09:20 WIB

Ballon d’Or

1 Desember 2021 - 09:14 WIB

Mimpi

30 November 2021 - 09:56 WIB

Mati Ketawa ala Fadli Zon

29 November 2021 - 09:57 WIB

Trending di Kempalpagi