Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 20:07 WIB
Surabaya
--°C

Besok, Sidang Etik Oknum Polisi Tiduri Anak Tersangka 

SULAWESI-KEMPALAN: Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah akan mengadakan sidang etik terhadap kasus pemerkosaan dengan tersangka Inspektur Satu IDGN, mantan Kapolsek Parigi Moutong, besok Sabtu, 23 Oktober 2021.

IDGN diduga telah memperkosa seorang remaja dengan inisial S dengan modus akan membebaskan sang ayah S yang tengah melakukan masa tahanan di dalam penjara.

“Bidang Profesi dan Pengamanan mengagendakan sidang kode etik, besok Sabtu, 23 Oktober 2021. Pelaksanaan sidang digelar tertutup karena terkait dugaan kasus asusila,” ucap Komisaris Besar Didik Supranoto selaku Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah melalui pesan teks pada hari, Jumat, 22 Oktober 2021.

Didik pun berjanji akan menyampaikan keputusan hasil sidang etik tersebut kepada khalayak publik. Sementara untuk proses pidana atas tersangka IDGN masih mengalami proses penyelidikan lebih lanjut. Saat ini, Dirinya menyampaikan bahwa penyidik masih memeriksa beberapa saksi yang ada. Bila terdapat cukup bukti, pihaknya akan segera melakukan gelar perkara untuk dapat meningkatkan status ke penyidikan.

Diketahui, Iptu IDGN bertemu dengan korban S saat dirinya menjenguk ayahnya yang tengah melakukan masa penahanan di Polsek Parigi atas kasus pencurian. Penahanan ayah S di Polsek Parigi juga dapat terbilang cukup lama.

Kerap bertemu dengan si korban, Iptu IDGN lalu gencar mendekati S. Dirinya membujuk S untuk tidur bersamanya dengan embel-ebel janji akan membebaskan ayah S dari tahanan tersebut.

Korban pada awalnya menolak. Namun, selama hampir 2 pekan, Iptu IDGN terus-terusan membujuk S dengan janji ayahnya selaku tersangka akan segera dibebaskan. S, yang prihatin dengan kondisi ayahnya yang ditahan di polsek tersebut, akhirnya menyanggupi permintaan bejat Iptu IDGN tersebut.

Iptu IDGN dan S bertemu di salah satu hotel. Tetapi, belum sampai menepati janjinya, Iptu IDGN di hari berikutnya kembali mengajak S untuk tidur bersama untuk yang kedua kalinya.

“Dia ajak lagi kedua kalinya, dan ada chat-nya. Harapan saya memang dia bisa mengeluarkan papaku,” terang korban yang berinisial S. (tempo/Akbar Danis)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.