Sabtu, 7 Maret 2026, pukul : 03:12 WIB
Surabaya
--°C

Juara Piala Thomas Tanpa Merah Putih, Taufik Hidayat Lontarkan Kritikan Pedas

JAKARTA-KEMPALAN: Perasaan legenda bulutangkis Indonesia Taufik Hidayat bercampur-aduk setelah melihat Tim Thomas Indonesia membawa pulang Piala Thomas setelah menunggu 19 tahun lamanya. Terakhir, Taufik yang ikut mengantarkan trofi juara tersebut pada edisi 2002.

Sedih, karena dia tak bisa menyaksikan bendera Merah Putih berkibar dengan iringan Indonesia Raya di Ceres Arena, Aarhus, Minggu petang (17/10). Hendra Setiawan dkk mengalahkan China dengan 3-0. Bendera yang dikibarkan pun bendera bertuliskan PP PBSI.

Momen saat bendera PP PBSI yang dikibarkan dengan iringan Indonesia Raya ketika Indonesia memenangi Piala Thomas di Ceres Arena, Aarhus (17/10). Bukan bendera Merah Putih. (Foto: Jawapos.com)

Tak seperti saat dirinya menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan melihat bendera Merah Putih dikerek di tiang tertinggi. ’’Ada yang aneh bendera Merah Putih gak ada? Digantikan bendera PBSI,’’ kritik Taufik lewat akun Instagram-nya @taufikhidayatofficial.

Pebulutangkis peraih emas Olimpiade 2004 Athena itu pun mengkritisi kinerja pemerintah dalam hal ini dari pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). ’’Ada apa dengan LADI (Lembaga Antidoping Indonesia) dan pemerintah kita? Khususnya Menpora, KONI, dan KOI? Kerjamu selama ini ngapain aja? Bikin malu negara Indonesia aja,’’ lanjut Taufik.

’’Jangan mengharap jadi tuan rumah Olympic atau Piala Dunia. Urusan kecil aja gak bisa beres. Kacau dunia olahraga ini,’’ tegas pria berusia 40 tahun tersebut.  Diketahui, bendera Merah Putih dilarang berkibar saat Indonesia memenangi ajang internasional karena Indonesia saat ini sedang dalam masa penangguhan dari Badan Antidoping Dunia (WADA).

Sanksi dari WADA diberikan karena LADI dinilai tidak patuh karena gagal menerapkan Kode Anti-Doping WADA 2021. Bukan hanya saat Indonesia memenangi Piala Thomas, begitu pula di ajang-ajang lain yang diikuti atlet Merah Putih selama masa penangguhan belum berakhir.

Sebelumnya, kekecewaan serupa juga diungkapkan oleh Ketua KOI (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari. ’’Bayangkan, 19 tahun Indonesia mendambakan membawa pulang Piala Thomas ke tanah air, tetapi ketika juara justru bendera Merah Ptuih tidak bisa ditampilkan. Saya bersyukur Indonesia Raya masih bisa berkumandang,’’ tutur Okto (panggilan akrab Raja Sapta Oktohari), dalam rilis resmi KOI. (Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.