BALI – KEMPALAN : Gempa berkekuatan 4,8 SR dan tiga gempa susulan mengguncang Pulau Bali, Sabtu (16/10). Sejumlah lokasi dilaporkan mengalami kerusakan dan tanah longsor.
Gempa terjadi dini hari sekitar pukul 03.18 WIB. Pusat episentrum berada di 8.32 LS,115.45 BT atau sekitar 8 km Barat Laut Karangasem, Bali di kedalaman 10 km.
“Gempa dirasakan di Karangasem, Denpasar dan Lombok Utara IV MMI, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Mataram III MMI BMKG,” kata Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, di akun Twitter-nya.
Hasil monitoring BMKG hingga pagi ini pukul 05.30 WIB tercatat 3 kali gempa susulan (aftershocks) pasca gempa 4,8 SR yang merusak di Rendang, Karangasem, Bali.
“Memperhatikan mekanisme sumber Gempa Bali M4,8 yang merusak pagi ini, tampak bahwa gempa yang terjadi diakibatkan oleh aktivitas sesar/patahan aktif lokal, bukan akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Aec Thrusting),” ujarnya.
Meski demikian, Daryono mengungkapkan ada dugaan karena lokasi episenter di kompleks gunungapi Agung-Batur bisa jadi ada kaitan dengan migrasi magma yang memicu aktivitas sesar lokal. Pusat gempa Karangasem ini terletak di zona gempa swarm Komplek Gunung Agung – Batur pada tahun 2017.
Daryono menulis gempa swarm yang terjadi pada bulan September-Oktober 2017 memiliki magnitudo terbesar 4,2 SR. Selanjutnya pada 8 November 2017 terjadi gempa paling kuat dengan magnitudo 4,9 yang juga menimbulkan kerusakan ringan.
Adapun dampak gempa, kata Daryono, sejumlah bangunan mengalami kerusakan seperti di Desa Pempatan Kec Rendang, Kab Karangasem, Bali. Gempa juga memicu tanah longsor dan reruntuhan batu di beberapa tempat. (nanimashita)
Editor : Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi