Menu

Mode Gelap

kempalanmanca · 12 Okt 2021 20:49 WIB ·

Singapura Izinkan Wisatawan dari Sejumlah Negara


					Ilustrasi Singapura sebagai Hub-BBC Perbesar

Ilustrasi Singapura sebagai Hub-BBC

SINGAPURA-KEMPALAN: Singapura telah mengumukan bahwa pihaknya akan memberikan keringanan terhadap kebijakan lockdown serta mengizinkan wisatawan dari beberapa negara untuk dapat memasuki Singapura tanpa perlu melakukan karantina sebelumnya.

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong mengatakan bahwa sudah saatnya Singapura menerapkan strategi koeksistensi dengan maksud bahwa rakyat Singapura harus terbiasa hidup berdampingan dengan COVID-19.

Mulai 13 Oktober, pemerintah memberlakukan kebijakan bahwa wisatawan yang sudah divaksin asal Kanada, Denmark, Prancis, Italia, Belanda, Spanyol, AS dan Britania Raya dapat bepergian ke Singapura secara aman. Pihak Singapura juga mengatakan bahwa pada bulan November mendatang, Korea Selatan akan masuk ke dalam daftar negara yang diizinkan.

Selain itu, Perdana Menteri Lee mengumumkan bahwa masyarakat dalam jumlah kecil dengan rentang 2-3 orang dapat makan secara langsung di restoran dan berbelanja di mall. Proses pengajaran juga sudah bisa dilakukan secara tatap muka bagi umur dibawah 12 tahun.

Singapura memiliki kebijakan yang sangat ketat terkait penanganan dan cara penanggulangan pandemi COVID-19. Jumlah kematian akibat virus tersebut sangat rendah, namun Singapura menjadi sangat terdampak dengan adanya kebijakan lockdown karena negaranya menjadi penghubung bisnis serta penerbangan.

Melansir dari BBC, Perdana Menteri Lee mengatakan bahwa virus varian Delta yang muncul sebagai varian dalam virus COVID-19 tidak akan bisa hilang, namun dengan adanya vaksinasi, jaga jarak hingga monitoring yang baik, maka mungkin untuk dapat hidup berdampingan dengan pandemi COVID-19.

Ia juga mengatakan bahwa kebijakan sebelumnya yang membuka jalur vaksinasi ke German dan Brunei merupakan salah satu kebijakan yang berhasil, dan dikabarkan mereka akan menambah ke enam negara lainnya. Kebijakan yang baru mulai sejak awal bulan silam dengan mengizinkan orang yang sudah divaksin secara penuh untuk bepergian tidak menimbulkan kasus baru di Singapura.

Ia mengatakan bahwa kebijakan dengan beberapa negara tersebut akan menjaga negara tetap memegang status sebagai penghubung bisnis dan penerbangan sekaligus menjaga rantai pasok secara global.

(BBC, Muhamad Nurilham)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Presiden Korea Selatan Janji untuk Ciptakan Perdamaian dengan Korea Utara

25 Oktober 2021 - 18:43 WIB

Moon Jae-in-VOA

Badan PBB Perkirakan lebih dari Setengah Juta Warga Afghanistan akan Hadapi Krisis Makanan Akut

25 Oktober 2021 - 17:01 WIB

Ilustrasi Krisis di Afghanistan-HRC

Putin: Keberadaan Militer NATO di Ukraina Merupakan Ancaman

25 Oktober 2021 - 15:49 WIB

Putin-CaspianNews

Israel akan Dirikan 1300 Rumah Baru di West Bank, Palestina dan Yordania serta Aktivis Tidak Senang

25 Oktober 2021 - 14:06 WIB

Ilustrasi West Bank-BBC

Biden Menjadi Presiden AS Paling Buruk semenjak Perang Dunia II

25 Oktober 2021 - 13:08 WIB

Joe Biden-DW

Austria akan Legalkan Hukum untuk Bunuh Diri yang Dibantu

25 Oktober 2021 - 01:42 WIB

Ilustrasi Austria-GlobalTimes
Trending di kempalanmanca