The Da Vincy Code
Pandora Papers menjadi salah satu bukti aktual apa yang disampaikan Dan Brown dalam bukunya, The Da Vinci Code. Dalam buku kaliber internasional yang ditulis tahun 2003 itu dijelaskan bahwa banyak peristiwa besar di dunia yang dikendalikan oleh persekutuan rahasia.
Peristiwa-peristiwa besar dunia penuh konspirasi. Melibatkan tokoh-tokoh rahasia dalam proses yang juga rahasia di dunia. Sehingga, tulis Jonathan Black dalam bukunya, “Sejarah Dunia Yang Disembunyikan”, bermuara pada korupsi dan manipulasi penulisan sejarah. Bahkan penyesatan.
Lebih 1.400 tahun yang lalu Al Quran sudah menjelaskan tentang konspirasi atau persekutuan rahasia jahat. Misalnya, konspirasi 10 anak Nabi Ya’kub dalam upaya pembunuhan terhadap saudara satu ayah beda ibu, Yusuf. Tidak ada orang lain yang tahu ketika mereka menyusun rencana tipu daya karena dilakukan secara rahasia. Demikian pula ketika mengeksekusi Yusuf dengan dimasukkan ke dalam sumur.
Tapi Allah memberi tahu Ya’kub. Untuk itulah dia berusaha melarang ke-10 anaknya membawa Yusuf main-main sambil menyindir mereka sebagai serigala. (Al-Qur’an, Yusuf 13). Serigala melambangkan terorisme, kejam dan menindas. Serigala adalah penguasa kegelapan.
“Itulah sebagian berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), padahal engkau tidak berada di samping mereka, ketika mereka bersepakat mengatur tipu muslihat (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur).” (Al-Quran: Yusuf 102).
Kutukan Daud
Pada saat Nabi Daud berkuasa, ada kelompok Yahudi atau Bani Israil yang melakukan perlawanan dan kejahatan terhadap dirinya. Mereka itu Yahudi Fasad (merusak). Fasad itu mencakup kafir, musyrik, dhalim, fasik, melampaui batas, kejam, menindas, pro LGBT. Mereka disebut golongan mufsidun atau yang membuat kerusakan di atas bumi.
Allah mengetahui semua perbuatan mereka mulai niat, rencana, strategi sampai implementasinya. Allah itu alimul ghaibi was-syahadah (Mengetahui yang gaib maupun yang nyata). Allah itu tahu yang lahir dan yang batin.
Allah lantas memberi tahu Nabi Sulaiman yang hendak menjadi pewaris ayahnya, Daud. Peristiwa itu dijelaskan dalam Al-Quran surah Shad ayat 34. Di Al-Quran digital diterjemahkan, “Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat.” Kata di dalam kurung adalah persepsi penerjemah.
Adapun Syekh Imran Hossein, pakar eskatologi Islam, berpandangan bahwa yang digeletakkan adalah jazad. Siapa jazad? Jawabnya ada di Al-Quran surah Thaha ayat 88.
“Kemudian (dari lubang api itu) dia (Samiri) mengeluarkan jazad (berupa patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara untuk mereka, maka mereka berkata, “Inilah tuhanmu dan tuhannya Musa, tetapi dia (Musa) telah lupa.”
Intinya “jazad” adalah benda mati tapi bisa bersuara yang dijadikan tuhan oleh umat Yahudi. Kalau mempersepsi Al-Quran surah Al-Anbiya ayat 8 bahwa jazad itu antitesis para Rasul. Jika Rasul memiliki mukjizat, sedang lawan mukjizat adalah sihir. Maka jazad ini memiliki kekuatan sihir. Syekh Imran Hossein secara tegas berpendapat bahwa jazad yang dimasud dalam Al-Quran surah Shad 34 itu adalah Dajjal. Dan akhir zaman Dajjal akan muncul menjadi tuhannya umat Yahudi. Dajjal akan memamerkan sihirnya.
Tentu saja Nabi Daud juga diberi tahu oleh Allah tentang gerakan konspirasi atau persekutuan rahasia jahat tersebut. Untuk itulah Daud mengutuk mereka.
“Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas.” (Al-Quran: Al Maidah 78).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi