Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 14:21 WIB
Surabaya
--°C

Aan Aviansyah, Peraih 2 Medali Emas Panjat Tebing Jatim: Saya Sempat Tidak Yakin karena Cedera Lutut

MIMIKA-KEMPALAN: Pertandingan cabang olahraga panjat tebing belum berakhir. Masih ada beberapa medali emas lagi yang diperebutkan.

Namun, hingga Senin (4/10), tim panjat tebing Jawa Timur sudah mengoleksi empat medali emas dan tiga perak. Satu medali emas lagi panjat tebing akan memenuhi target lima medali emas yang dicanangkan KONI Jatim.

Yang menarik, dari empat medali emas tersebut, dua diantaranya direbut Aan Aviansyah. Yakni dari nomor boulder beregu putra dan buolder perorangan putra.

Di nomor boulder beregu putra, Aan Avinansyah merebut medali emas bersama Khoirul Anam, Fatchur Roji, dan Moch. Salim.

Di babak final boulder perorangan putra, atlet panjat tebing asal Surabaya ini mengalahkan lawan-lawannya dan mengumpulkan poin tertinggi 3T2z. Medali perak direbut atlet Jatim, Khoirul Anam dengan nilai 2T4z. Sedang medali perunggu dibabit atlet panjat tebing asal Jabar, Bim Sigrid, nilai 2T3z.

“Alhamdulillah, semua ini atas kehendak Yang Punya Alam Semesta,” kata Aan Aviansyah ketika ditemui usai tampil pada final Boulder Perorangan Putra di Arena Panjat Tebing SP5 Mimika, Senin (4/10).

Padahal, menurut Aan, sebelum berangkat ke Papua dirinya sempat mengalami cedera lutut. Sehingga, ia mengaku sempat tidak yakin bakal mampu tampil maksimal.

Aan Aviansyah foto bersama penggemar.

Tapi, dengan tekad bulat dan semangat pantang menyerah akhirnya dia bisa mempersembahkan dua keping medali emas buat kontingen Jatim.

“Kuncinya adalah disiplin dan tetap latihan keras, tidak boleh sombong,” kata Aan soal resepnya bisa tetap berprestasi di PON XX/2021 Papua.

Atas prestasi yang telah ditoreh, Aan kini mengantongi bonus mentas Rp 45 juta. Yakni, Rp 30 juta dari juara Boulder Perorangan Putra dan Rp 15 juta dari juara nomor Boulder Beregu Putra.

Aan Aviansyah lahir di Surabaya pada 14 April 1990. Dia merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara. Tapi, sejak kecil, tepatnya pada usia enam tahun, ia sudah menjadi yatim piatu karena kedua orangtuanya meninggal dunia.

Saat ini Aan tercatat sebagai ASN di staf Kemenpora, Jakarta. Bagi Aan, boulder adalah nomor spesialisnya. Pada perhelatan PON XIX/2016 Jawa Barat, ia juga meraih medali emas di nomor boulder putra.

Meski usianya kini sudah 31 tahun, ia tetap berharap bisa kembali membela Jatim pada PON XIX/2024 yang rencananya akan digelar di Aceh.

“Itu harapan saya, semoga terwujud,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.