Selasa, 2 Juni 2026, pukul : 03:54 WIB
Surabaya
--°C

Mentan: China Mampir Buat Minta Indonesia Ekspor 2,5 Juta Ton Beras

JAKARTA-KEMPALAN: Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian (Mentan) Indonesia, mengatakan pada hari ini dirinya disambangi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China ke Kantor Kementrian Pertanian di Jakarta.

Rencana ekspor beras ke China ini akan dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman antara Indonesia dengan China pada minggu ini.

“Hari ini, saya tidak sangka, BUMN China datang ke kantor dan dalam minggu ini akan menandatangani MoU untuk siap menerima beras kita,” ujar Syahrul dalam Forum Diskusi Denpasar 12 pada Rabu (8/6/2022).

Syahrul mengatakan pertemuan dadakan tersebut BUMN China meminta kepada Indonesia untuk mengekspor beras sebesar 2,5 juta ton selama setahun.

“Hari ini, saya mendapatkan tamu langsung dari China yang meminta kita untuk mengimpor beras 2,5 juta ton dalam satu tahun. Kalau begitu, ini menjadi peluang,” kata Syahrul.

BACA JUGA  Polisi Sidoarjo Gandeng Gapoktan untuk Keberhasilan Tanaman Jagung

Syahrul menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo telah memberikan persetujuan untuk ekspor beras ke China, tetapi dengan catatan kebutuhan beras dalam negeri harus terpenuhi terlebih dahulu.

“273 juta (jumlah penduduk Indonesia) harus kita siapkan dulu perutnya, kemudian tentu kita bisa mengintervensi sepanjang kita cukup (ketahanan pangan),” tambah Syahrul.

Saat ini, Indonesia mengalami kelebihan stok beras. Kelebihan beras pada 2020 sebesar 7 juta ton, sedangkan pada 2021 mencapai 9 juta ton dan jumlah stok beras yang tersimpan hingga saat ini adalah sebesar 1 juta ton. Stok itu akan bertambah karena Bulog masih terus menyerap hasil panen petani.

Selain itu, Syahrul mengatakan selama ini Indonesia tidak pernah mengimpor beras lagi sejak 3 tahun yang lalu.

BACA JUGA  Cara Elegan DPC PDI Perjuangan Gresik Antar Keberkahan Iduladha ke Pintu Rumah Warga

“Kalau begitu, sudah tiga tahun kita tidak pernah impor beras. Selama ini kita tidak pernah impor beras sejak Orde Baru. Dalam rangka 17 Agustus nanti, ketahanan pangan reselensi dari FAO akan keluar bahwa Indonesia merupakan negara ketahanan pangan,” katanya.

Budi Waseso, Direktur Utama Perum Bulog, mengatakan karena Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam negeri telah terpenuhi Indonesia tidak akan mengimpor beras lagi hingga akhir tahun 2022. (Kompas/Kontan/Detik, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.