Sebagai permainan tim, sepak bola mensyaratkan pemainnya memiliki keterampilan individu yang baik agar bisa bermain secara kolektif dalam timnya. Kemudian, bisa menghargai teman, lawan, perangkat pertandingan dan mau menerima hasil pertandingan dengan jiwa besar atau dalam bahasa olahraga yang universal disebut sebagai sportivitas. Sepak bola juga menuntut adanya disiplin, kerja keras dan pantang menyerah untuk mencapai prestasi yang diharapkan. Nilai-nilai kehidupan terkandung di dalamnya, sehingga tidaklah berlebihan jika sepak bola merupakan sekolah kehidupan.
Para pengurus dan pelatih, bahkan orang tua seringkali terjebak pada cara pandang yang keliru karena sepak bola usia muda tujuan utamanya pada persoalan menang dan juara. Pemahaman ini akhirnya berdampak buruk pada pola pembinaan pemain usia muda. Proses latihan mereka diperlakukan seperti pemain dewasa yang sudah bermain di kompetisi profesional dan mereka sudah harus menanggung beban untuk menang dan juara di setiap mengikuti turnamen. “Aku dibina dan dilatih di Akademi La Masia bukan untuk menang dan juara.

Aku dibina dan dilatih untuk berkembang dan matang di setiap tahapan usiaku. Menang, kalah, seri dan juara adalah bonus permainan. Biarkan anak-anak berproses merasakan pahit manisnya pertandingan karena pertandingan itu sudah merupakan beban bagi mereka. Jangan bebani mereka harus menang dan juara” (Xavi Hernandez, pemain tim nasional Spanyol). Michel Sablon, sosok yang punya peran sentral pada revolusi sepak bola Belgia juga menyatakan Jika tujuan anda membina sepak bola usia muda hanya untuk memenangkan pertandingan, tolong berhenti saja jadi pelatih. Hentikan pembinaan, lalu pergi memancing.
Orentasi tujuan pembinaan yang salah berakibat buruk pada upaya mencapai tujuan tersebut. Segala upaya ditempuh untuk mencapai kemenangan dan juara, termasuk pencurian umur. Modus yang lazim digunakan adalah dengan merubah dokumen pribadi anak-anak atau menggunakan dokumen orang lain yang lebih muda. Mereka tidak berfikir jika tindakan ini sudah jauh menyimpang dari nilai-nilai yang terkandung dalam sepak bola. (*)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi