Ia juga menambahkan, Kemendagri senantiasa mendorong perencanaan wilayah metropolitan yang terintegrasi dengan menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi, termasuk dalam hal data dan informasi antara pusat dan daerah, keterkaitan dan konsistensi dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.
“Kami juga mendorong tercapainya sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan, serta meningkatkan kapasitas pemerintah daerah untuk memeratakan cakupan pelayanan publik,” ucap Safrizal.
Sebagai informasi, kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring) dengan mempedomani protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Kegiatan luring diselenggarakan di Gedung Pertemuan Kertha Gosana, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.
Acara tersebut dihadiri secara tatap muka oleh Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Sekretaris Ditjen Bina Adwil, Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Ditjen Bina Adwil, Bupati Badung, Wali Kota Denpasar, Wakil Bupati Jembrana, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan.
Sementara itu, para narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Panel Expert Katadata Insight Centre Katadata, PreSales Engineer APAC, Planet Labs, Tribe Leader Smart City – Digital Business & Technology, PT Telkom Indonesia, Chairman DPD DKI JAKARTA APTIKNAS, Direktur PDAM Pontianak, Direktur PDAM Giri Menang, Mataram, Founder of Greeneration Foundation, Perwakilan NFPA-CFPAA dan Atase Perlindungan Masyarakat untuk ASEAN, Kedutaan Besar Perancis di Singapura. (Kemendagri, Akbar Danis)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi