Pemikiran Marx tentang perubahan menuju masyarakat komunis di atas didasarkan pada prinsip dialektika ide yang dikembangkan oleh filsuf Jerman sebelum Marx yakni GWF Hegel. Hegel mengajarkan bahwa sebuah perubahan akan terwujud melalui sintesis. Yakni bertemunya tesis dan antithesis. Dalam konteks ini, Marx menolak perubahan itu melalui dialektika ide seperti gagasan Hegel. Dia pun mengembangkan materialisme dialektika, bahwa perubahan itu terwujud melalui dialektikta material. Bawa pemikiran tidak akan mengubah nasib para buruh, tetapi yang bisa adalah perubaan material. Karenanya perubahan itu bisa dilakukan melalui revolusi, bahkan revolusi yang berdarah-darah.
Karl Marx melihat eksploitasi kaum berojuis kepada kaum proletar itu dan menyimpulkan bahwa kaum buruh harus bangkit melawan. Melawannya dengan kebersamaan, community, kesatuan. Buruh kemudian melakukan revolusi kelas dengan menghabisi kaum kapitalis dan menguasai alat produksi. Revolusi Ini untuk menghilangkan kelas. Semua properti milik bersama. Dalam Komunisme ini setiap orang kemudian bekerja dan dibayar berdasarkan kemampuan dan kebutuhannya.
Antara direktur perusahaan dengan buruh harus bekerja sesuai dengan kemampuan masing-masing. Mereka dibayar sesuai dengan kebutuhan. Dirketur dan buruh bekerja seusai kapasitasnya, dan dibayar sesuai kebutuhannya. Kebutuhan sebulan seorang buruh bisa jadi lebih besar dari seorng direktur. Buruh dengan anak banyak gajinya lebih besar dari direktur yang hidup membujang.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi