Senin, 22 Juni 2026, pukul : 21:16 WIB
Surabaya
--°C

Komunisme dalam Tinjauan Ekonomi Syariah

Oleh karena itu Islam tidak mendistribusikan kekayaan hanya dalam bentuk upah, seperti halnya Sosialisme, tetapi dalam bentuk keuntungan dan sewa juga. Namun, bersamaan dengan itu, Islam juga telah melarang kategori ‘Bunga’, dan menetapkan daftar panjang orang-orang yang memiliki hak sekunder atas kekayaan. Dengan demikian ia telah memberantas kejahatan besar dari konsentrasi kekayaan, yang merupakan karakteristik penting yang melekat dalam Kapitalisme, kejahatan, yang diklaim komunisme/sosalisme untuk diperbaiki. Inilah perbedaan mendasar pandangan Islam tentang distribusi kekayaan, yang membedakannya dari Sosialisme

Kelima, dalam hal intervensi pemerintah pada pasar, komunisme memberikan intervensi sepenuhnya serratus persen dalam pengelolaan pasar sehingga terkesan tidak ada hak individual dalam pengelolaan pasar. Islam berbeda, bahwa pasar itu diberikan sepenuhnya pengelolaan pada mekanisme pasar melalui supply and demand. Karena Allah adalah musa’ir, penentu harga, dan harga itu ditentukan melalui mekanisme yang telah ditetapkanNya. Pemerintah mengintervensi ketika terjadi distorisi atau ketidakalamiahan fenomena misalnya terjadi ikhtikar (penimbunan barang) yang merusak harga pasar, terjadi bay najasy yang memanipulasi persepsi permintaan, talaqi rukban atau pasar gelap, dan sebagainya.

BACA JUGA  Qadla, Politik, dan Ekonomi Indonesia: Membongkar Fatalisme di Tengah Krisis Akuntabilitas

Keenam, mengenai masyarakat tanpa kelas, Islam menilai ini berbeda. Kelas dalam konteks ini adalah strata sosial. Strata sosial terlihat dalam status ekonomi kaya, miskin, dan menengah. Perbedaan ini menjadi sebuah keniscayaan yang mana antara satu strata dengan strata lainnya bisa menjalin kerjasama dalam pekerjaan. Islam mengajarkan bahwa antara kaya dan miskin terjadi relasi yang mutual. Demikain juga dalam hal kekayaan, Allah mewajibkan yang kaya membayar zakat kepada yang miskin untuk mewujudkan tercipta keadilan dan kesimbangan sosial.

Di atas semua, memang telah tegas bahwa komunisme bertentangan dengan niliai Islam, yang dalam konteks ini tentu terepresentasi dalam Pancasila. Karenanya ideologi apapun jika tidak compatible dengan Pancasila, dalam konteks yang lebih spesifik masyarakat Muslim Indonesia, tentu akan mendapat penolakan.

BACA JUGA  Tanpa Ideologi: Negara Jadi Banci

Dan Komunisme/Sosialime menjadi telah menjadi momok di Bumi, memiskinkan dan mengakhiri kehidupan ratusan juta orang. (*)

 

(Dr. Kumara Adji Kusuma adalah Redaktur kempalan.com dan Dosen Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)

 

 

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.