SOCHI-KEMPALAN: Pembalap Mercedes Lewis Hamilton selalu punya faktor keberuntungan di Sochi Autodrom, Sochi. Keberuntungan itulah yang ikut mengantarkannya memenangi Grand Prix ke-100 sepanjang karirnya di Formula 1.
Mengawali balapan dari grid keempat, Hamilton berhasil mengamankan podium teratasnya pada tiga lap terakhir. Dia mengungguli rival terberatnya Max Verstappen dari tim Red Bull Racing-Honda dengan catatan waktu 1:30:41,001 detik. Lebih cepat 53,271 detik dari Verstappen.
Ketepatan penggantian ban dari slick medium ke intermediate jadi kunci keberhasilan pembalap berjuluk One Billion Dollar itu. Sebab, menjelang akhir-akhir lap cuaca yang sebelumnya kering, berubah menjadi basah dengan turunnya rintik hujan di trek Sochi Autodrom.

Padahal, Hamilton mengakui, dia awalnya tak yakin masuk ke pit ketika race engineer Mercedes Pete Bonnington memanggilnya untuk mengganti ban. Apalagi ketika itu fase-fase krusial dalam adu cepatnya dengan pembalap McLaren Lando Norris yang berada di depan Hamilton.
’’Tetapi, saya abaikan panggilan pertama, saya seperti berpikir, “tidak, dia (Lando Norris) ada di sana!’’ kenang Hamilton. Dia butuh berputar satu lap untuk memikirkan apakah dia layak masuk ke pit atau tidak. Saat itu masih tersisa lima lap.
’’Saya tidak mau membiarkan Lando semakin jauh meninggalkanku. Tetapi, tentu saja saya juga tidak tahu cuaca yang saya hadapi seperti apa. Terima kasih kepada semua orang di sini, dan di factory,’’ sambung Hamilton.
Benar saja, di tiga lap tersisa tiba-tiba hujan lebat mengguyur Sochi Autodrom. Ban intermediate yang dia pakai membuat Hamilton melaju dengan mulus. Tidak dengan Norris yang juga sempat mengabaikan panggilan timnya masuk pit mengganti ban, tapi sudah terlambat.
Norris pun tergelincir dan terlempar ke posisi ketujuh. Saat itulah Hamilton berhasil mengambil alih posisi terdepan dari Norris. ’’Wow, saya akhirnya bisa merasakan 100 kemenangan,’’ sebut Hamilton. Tak hanya itu, dia pun menggeser Verstappen dari pemuncak klasemen dengan selisih dua angka.
Prinsipal tim Mercedes Toto Wolff mengakui memang bagi pembalap akan sulit memutuskannya ketika trek belum sepenuhnya basah. Begitu mereka tahu cuaca buruk akan datang ke trek Sochi Autodrom, maka mereka pun meminta pembalapnya segera masuk pit. ’’Kami sudah bersiap menghadapi ending yang sulit. Apakah kami mampu menyalip Lando atau tidak,’’ sebut Wolff.
Faktor itu juga diyakini Wolff jadi alasan bimbangnya Norris tak segera masuk ke pit mengganti ban intermediate. Dengan berada di posisi terdepan dalam lap-lap terakhir, keputusan itu rentan berefek ke hasil akhir balapan. ’’Kami diuntungkan dengan itu (Norris tergelincir karena lambat mengganti ban) hari ini, dan saya rasa ini momen spektakuler bagi fans kami,’’ tambahnya. (F1i, Yunita Mega Pratiwi)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi