Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 16:30 WIB
Surabaya
--°C

Check In Hotel di Bandung Wajib Swab Antigen

Satu bulan terakhir kasus positif di Tanah Air memang mengalami penurunan cukup signifikan, khususnya di wilayah Jawa – Bali.

Mari lihat data mutakhir, Senin (20/9). Penambahan kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir “tinggal “1.932. Berbanding terbalik dengan jumlah pasien yang sembuh dan meninggal. Penambahan
pasien sembuh sebanyak 6.799 orang. Sedangkan yang meninggal 166 jiwa.

Beritasatu yang mengutip laporan Kementerian Kesehatan RI, Senin (20/9/2021) hingga pukul 12.00 WIB memberitakan jumlah kasus aktif turun menjadi 55.936 kasus atau berkurang 5.033 kasus dibanding hari Minggu (19/9/2021) sebanyak 60.969 kasus. Penurunan kasus aktif hingga di bawah angka 100.000 mulai terjadi pada 13 September 2021, dan hingga kini terus menunjukkan tren penurunan. Kasus aktif adalah jumlah pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau sedang isolasi mandiri. Sementara angka positivity rate harian Covid-19 tercatat terakhir dengan angka 1,28 % atau semakin turun jauh di bawah standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni sebesar 5%.

Menurut Kemenkes dalam 24 jam terakhir jumlah orang yang diperiksa sebanyak 150.714 orang. Jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan Minggu (19/9/2021) sebanyak 133.765 orang. Media Beritasatu juga kemarin, memberitakan pernyataan Gubernur DKI Anies Baswedan yang menyebutkan dunia tercengang melihat Indonesia bisa mengendalikan pandemi Covid19 dengan baik. Menurut Anies, Indonesia saat ini berada dalam situasi aman dari penyebaran Covid-19, setelah menghadapi gelombang kedua pandemi Covid-19 yang mencapai puncaknya pada Juli 2021 lalu.
“Hari ini dunia menengok ke Indonesia dengan rasa cengang betapa kita bisa menjalani masa ujian kemarin dengan baik dan sekarang kita di fase yang jauh lebih aman,” ujar Anies saat memberikan sambutan di acara peringatan Hari Rapat Raksasa Ikada ke 76 Tahun 2021 yang disiarkan oleh Youtube Pemprov DKI Jakarta, Senin (20/9/2021).
Menurut Anies, kunci bangsa Indonesia bisa mengendalikan pandemi Covid-19 adalah kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam melawan dan menangani Covid-19. Dia menilai pemerintah tidak bisa bekerja sendirian dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan juga masyarakat tidak bisa dibiarkan berjalan sendirian dalam berjuang mengatasi virus yang mematikan ini.

BACA JUGA  Kembali ke UUD 1945: Jalan Pulang Republik di Tengah Krisis Oligarki dan Disorientasi Bangsa

Alhamdulillah selama beberapa bulan ini kita menyaksikan kerja kolosal yang luar biasa, kita sekarang mengistilahkan dengan terminologi kolaborasi, kerja bersama seluruh komponen, baik yang berada di jajaran atas nama negara dan maupun di jajaran atas nama rakyat dengan berbagai badan yang ada di dalamnya, bekerja bersama-sama menghadapi pandemi ini, dan itu mengantarkan kita semua melewati masa-masa sulit beberapa bulan yang lalu,” jelas Anies.

Pernyataan Anies itu mendapat konfirmasi dari Koordinator PPKM Jawa – Bali, Luhut Binsar Panjaitan, kemarin.

” Sekarang tidak ada lagi level 4 di Jawa – Bali. Yang ada, Level 2 & 3,” kata Luhut.

Virus Covid19 Tidak Lenyap

Perkembangan paling menarik yang kita catat yaitu lahirnya “kesepahaman” antara Pemerintah, Ahli Kesehatan, dan Masyarakat. Seperti yang disebut ileh Gubernur Anies Baswedan. Ketiga unsur itu telah menyadari penurunan kasus positif Covid19, bukan karena virus sudah lenyap atau melemah. Penurunan lebih disebabkan karena kita mematuhi aturan PPKM. Tidak keluar rumah jika tidak karena keperluan mendesak. Selalu memakai masker di mana pun berada, menjaga selalu jarak interaksi, dan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Faktor penunjang lainnya, yaitu semakin banyaknya masyarakat yang sudah menjalani vaksinasi. Sampai Senin (19/ 9) menurut Kemenkes, jumlah rakyat sudah divaksin sekitar 124 juta ( 79.617.095 vaksin I dan 45. 194.640 vaksin kedua) dari jumlah sasaran sebesar 208 juta.

BACA JUGA  Iduladha 1447 H: Unesa Putar Balik Tradisi Kurban, Prioritas Mutlak Wong Cilik dan Mahasiswa Rantau

Luhut On The Track

Perubahan mencolok Pemerintah diwakili oleh penampilan Luhut Panjaitan. Sebulan terakhir kelihatan adem. Sudah on the track sebagai pengayom, sebagaimana mestinya pemerintah mengambil posisi. Bahkan, Luhut sangat realistis. Kita mencatat pernyataannya yang menyebut 2-3 tahun tahun ke depan kita masih akan hidup berdampingan dengan Covid19, adalah pandangan yang berpijak pada kemyataan yang ada.

Masyarakat harus bijak

Karenanya, Luhut meminta, masyarakat lah yang harus bijaksana mengatur hidupnya supaya tidak terpapar Covid19. Perubahan komunikasi Luhut juga diakui oleh pakar epidemilogi Pandu Riono, yang cukup lama jadi “seteru” Luhut dalam urusan pandemi ini.

Semoga saja kondisi ini terus demikian hingga kita benar- benar mendeklarasikan diri sebagai bangsa merdeka dari Covid19. (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.