Senin, 20 April 2026, pukul : 21:13 WIB
Surabaya
--°C

Halo yang Dibenci Hamilton, Halo yang Selamatkan Hamilton

BRACKLEY –KEMPALAN: Lewis Hamilton bisa saja celaka atau tak lagi bisa membalap dalam Formula 1 musim ini. Atau, bahkan dia mungkin meregang nyawa saat kecelakaan hebat yang melibatkan dirinya dengan pebalap Red Bull Racing Max Verstappen saat lap 27 di Sirkuit Monza, Minggu (12/9).
Kecelakaan yang membuat mobil Verstappen mendarat di atas mobil Hamilton. Bahkan, sisi dalam ban belakang mobil RB16B yang dipiloti Verstappen tersebut membentur kepala sang juara bertahan F1 itu.
Untungnya, si Billion Dollar Man (julukan Hamilton) selamat. Nyawanya terselamatkan sesuatu yang pernah dia benci. Piranti yang pernah tak dia inginkan menyertai perjalanannya di dunia balap mobil F1. Piranti itu bernama Halo.
Diperkenalkan mulai musim 2018, teknologi ini berfungsi melindungi pebalap dari resiko terkena puing-puing bekas kecelakaan saat terlibat insiden. Terletak di bagian depan kokpit, Halo mampu menahan beban sampai 12 ribu kilogram!

Lewis Hamilton keluar dari mobil W12 Mercedes yang dia kendarai pasca insiden tabrakan dengan mobil RB16B Red Bull yang dikemudikan Max Verstappen di Sirkuit Monza, Italia, akhir pekan lalu (12/9). Foto: Reuters

Bisa dibayangkan jika dia berada di kokpit dengan tanpa ada piranti tesebut. Bayangkan jika pernyataannya lima tahun yang lalu dijadikan acuan Federasi Otomotif Internasional (FIA) dalam menyetujui penggunaan Halo itu.
Dalam wawancara jelang balapan musim 2016, pebalap Inggris tersebut menolak Halo di mobilnya. ’’Jika itu (Halo) disepakati, saya harap kami punya opsi untuk menggunakannya atau tidak. Karena saya takkan pernah menggunakan itu di mobil saya,’’ sebutnya ketika itu.
Mengganggu pemandangan, itu salah satu alasan mengapa dia menolak pemakaian Halo. Dia melupakan soal keselamatan yang jadi alasan diterapkannya teknologi itu. ’’Saat saya masuk ke dalam mobil, saya tahu resiko yang saya hadapi. Bagi saya, saya lebih suka mengemudi tanpa itu dan mengambil resiko,’’ tuturnya.
Bahkan ucapannya yang kemudian berubah jadi mendukung penggunaan Halo beberapa bulan setelah pernyataan penolakannya disebut-sebut karena ada bujukan dari FIA dan timnya, Mercedes.
’’Saya sangat memperhatikan pengarahan yang diberikan kepada kami soal hal itu. Saya memperhatikan faktor keselamatan dengan sangat serius dan saya pikir ini menarik. Anda takkan bisa mengabaikan fakta bahwa hanya 17 persen peluang menyelamatkan seorang pengemudi saat terjadi insiden,’’ beber pebalap 36 tahun itu.
Sekarang, Hamilton termasuk satu dari tiga pebalap yang merasakan 17 persen peluang selamat dari kecelakaan karena Halo itu. Menyusul pebalap Ferrari Charles Leclerc dan mantan driver Haas Romain Grosjean.
Hamilton hanya merasakan sedikit nyeri. ’’Saya merasa sangat sangat beruntung hari itu. Terima kasih Tuhan untuk Halo yang menyelamatkanku, dan menyelamatkan leherku. Saya rasa saya belum pernah ditabrak mobil sebelumnya, dan itu cukup mengejutkan bagiku,’’ kenangnya. Terima kasih, Halo. (Marca, Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.