LAI CHAU-KEMPALAN: Di Distrik Than Uyen dari provinsi utara Lai Chau, ada sebuah kelas khusus dimana seniman daerah mengajari para muridnya tentang tarian dan nyanyian tradisional serta memainkan kecapi labu bernama danh tinh.
Kelas yang dimulai pada 12 Juni lalu telah menarik 80 muri dari berbagai wilayah seperti Mường Cang, Mường Kim, dan Hua Nà. Para murid ini kebanyakan adalah anak-anak yang memiliki kesamaan, yakni keinginan untuk belahar budaya dan seni etnis Thái.
Kelas tersebut merupakan upaya distrik Than Uyen untuk mempromosikan budaya tradisional dari kelompok etnis berkenaan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat selama lima tahun. Mereka juga berupaya untuk mengembangkan kehidupan kultural maupun spiritual dari masyarakat daerah.
Melansir Vietnam News, distrik tersebut berisikan 10 kelompok etnis yang memiliki identitas kebudayaan asli yang berbeda-beda. Hal tersebut nampak dari pakaian, bangunan, kebiasaan dan bahasa sehari-harinya. Adapun etnis Thái adalah etnis dominan dengan 70 persen penduduk distrik berasal dari etnis tersebut.
Upaya menjaga budaya ini juga dilakukan oleh pihak berwenang dari distrik tersebut dengan memulai kembali festival tradisional, membangun kelompok bermain untuk alat musik đàn tính dan then juga aktivitas sandiwara lokal. Sejumlah seniman telah bergabung dalam upaya tersebut, salah satunya yang disebut adalah Lò Văn Sơi yang khawatir budaya Thai akan hilang karena modernisasi.
Menurutnya, kesenian budaya Thai adalah kesenian yang menggabungkan keindahan dari manusia dana alam, nilai artistik dengan elemen spiritual. Nyanyian Then berisikan lirik yang berdoa untuk kehidupan yang makmur dan bahagia.
Sơi sendiri selalu meluangkan waktu untuk mewariskan kecintaannya akan musik-musik rakyat dan permainan alat musik tradisional kepada generasi selanjutnya. Ia juga bekerja sama dengan Departemen Kebudayaan dan Informasi dari Distrik Than Uyen guna mengembangkan konten yang mengajarkan budaya tradisional kepada generasi muda dan yang akan datang.
Distrik tersebut secara reguler telah mengadakan Festival Olahraga dan Kebudayaan Etnis yang berisikan berbagai aktivitas kebudayaan, salah satunya adalah kontes kostum. Menurut Hoàng Thị Liễu, Kepalan Departemen Informasi dan Kebudayaan distrik tersebut, distriknya telah berfokus untuk menjaga nilai-nilai budaya dari kelompok etnis yang ada di wilayahnya.
Distrik tersebut bahkan kedatangan 20.000 wisatawan pada tahun lalu meskipun ada pandemi virus corona, sementara pada semester awal dari tahun 2021, diperkirakan sudah ada hampir 10.000 turis. Liễu menyatakan bahwa pihak berwenang akan tetap mempromosikan kesadaran masyarakat dengan mengorganisir pertemuan regiler dan kelas-kelas yang sudah ada. (reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi