JAKARTA-KEMPALAN: Situasi yang sudah semakin modern membuat dunia jurnalistik menjadi sangat ketat dengan munculnya media online baru. Konstelasi yang semakin kompetitif ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berharap agar kualitas dari jurnalisme tidak turun.
Pihak Kementerian Kominfo berujar jika kondisi digitalisasi harus menjadi pelecut agar dunia jurnalistik semakin berkualitas dan berintegritas. Narasi yang disampaikan ini berangkat dari fenomena dewasa ini yang cukup miris. Di mana banyak media online yang terdegradasi dari nilai dan etika jurnalistik, karena sering menyebarkan berita hoaks dan non-faktual.
“Kita tentu berharap kompetisi di media digital tidak menurunkan kualitas jurnalisme,” ujar Usman Kansong selaku Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, dikutip dari Antara, pada Kamis (2/9).
Usman mengatakan bahwa Indonesia berada pada fase transisi dalam konteks penyiaran televisi konvensional analog kepada televisi yang sudah digital. Hal ini menjadi misi besar dari Kementerian Kominfo untuk dapat diimplementasikan di berbagai daerah di tanah air.
Tidak hanya pada konteks televisi, Kementerian Kominfo juga mengakselerasi untuk pergeseran pada industri jaringan telekomunikasi. Yang mana transformasi pada jaringan telekomunikasi 5G sebagai upaya dalam pemerataan internet di seluruh daerah di Indonesia.
Menurut Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik ini, transisi transformatif perihal industri ini berdampak pada hal-hal yang positif. Terutama lahirnya peluang dan tantangan pada sektor jurnalistik. Selain itu, pada sektor televisi digital juga membuka ruang sinergitas dalam berkolaborasi dengan pihak televisi regional.
Pada sektor jaringan telekomunikasi 5G, secara gamblang menyuguhkan kecepatan maksimal yang meninggalkan kecepatan teknologi 4G. Tentu saja ini dampaknya juga pada sektor jurnalistik yang akan semakin berlomba-lomba dalam mengirimkan beritanya di webisite atau portal berita.
“Media jurnalistik harus mempersiapkan bagaimana informasi yang cepat tanpa harus mengorbankan akurasi pada informasi,” lugasnya. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi