PHNOM PENH-KEMPALAN: Sejumlah lembaga, termasuk Kementerian Kebudayaan dan Kesenian beserta Otoritas Nasional Apsara (ANA) mendapat kabar sebuah tiruan Angkor Wat sedang dibangun di provinsi Buriram di Thailand. Hal ini akan memicu penyelidikan lebih lanjut.
Pengumuman yang dikeluarkan oleh kementerian tersebut muncul usai masyarakat terkejut dengan unggahan di Facebook mengenai pembangunan tersebut yang mana pondasinya sudah diletakkan semenjak April lalu dan pembangunannya direncanakan akan selesai dalam tujuh hingga delapan tahun.
Melansir The Phnom Penh Post, Long Ponna Sirivath selaku juru bicara Kementerian Kebudayaan Kamboja mengatakan bahwa usai mendapatkan kabar itu, kementeriannya langsung memerintahkan kepada pihak berwenang yang berkecimpung dalam bidang tersebut dan kedutaan besar Kamboja di Bangkok untuk menyelidiki kasus tersebut dan segera mengumpulkan informasi.
Ia menjelaskan, ANA adalah pihak pertama yang akan melakukan penelitian khusus apakah bangunan yang sedang dibangun itu adalah jiplakan Angkor Wat atau bukan, lalu kementeriannya akan menghubungi kedubes di Thailand guna mengunjungi situs tersebut dan menentukan proyek apa sebenarnya proyek itu.
Jika riset itu mengindikasikan bahwa bangunan yang sedang dibangun itu adalah benar-benar jiplakan Angkor Wat yang merupakan situs Warisan Dunia, maka Kamboja akan mengirim dubesnya untuk mengintervensi kasus tersebut. Long juga mengatakan bahwa Kamboja biasanya menggunakan pendekatan diplomatis.
Pendekatan diplomatis yang dimaksud jubir itu adalah surat resmi Pemerintah Kamboja kepada Pemerintah Thailand untuk menghentikan proyek tersebut. Adapun ia menambahkan bahwa tetangganya itu tidak meminta izin kepada negaranya untuk membangun replika tersebut.
“Kami hanya tahu bahwa Thailand sedang membangun candi yang memiliki desain yang sama dengan Angkor Wat,” ujarnya seperti yang dikutip Kempalan dari The Phnom Penh Post seraya menambahkan struktur bangunan itu juga bermodel ala Buddha.
Sementara itu, Long Kosal dari ANA mengatakan timnya sedang bekerja dengan kelompok-kelompok yang diajak kerja sama untuk menentukan apa yang sedang terjadi, meskipun ia menambahkan dirinya belum memiliki rinciannya sama sekali. Namun sekilas ia mengutarakan bahwa dari informasi yang ia dapatkan, proyek itu tidak sama dengan Angkor Wat.
Namun ternyata, bangunan tersebut bukanlah replika Warisan Dunia itu, bahkan kepala biksu dari distrik Nang mengatakan pembangunan tersebut tidak mengikuti arsitektur Angkor Wat atau candi manapun yang ada di Kamboja, bahkan pagoda tersebut akan menyambut permintaan apapun untuk mengirimkan pakar arsitektur dari Kamboja guna menginspeksi pembangunan tersebut.
Profesor Sejarah bernama Sambor Mannara mengatakan bahwa orang Kamboja harus belajar sejarah dengan jelas sebelum mengklaim sebuah bangunan hanyalah tiruan dari candi Angkor Wat. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak percaya apabila Thailand berusaha membangun replika bangunan tersebut, jaman pembangunannya saja sudah berbeda menurutnya.
Ia juga menuturkan bahwa Provinsi Buriram di Thailand dulunya adalah bagian dari Kekaisaran Khmer dan menjadi tempat yang banyak candinya, jadi masuk akal saja jika penduduk di sana membangun sebuah candi yang terlihat sama dengan candi kuno di area mereka karena juga sudah menjadi bagian dari warisan mereka. (TPPP, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi