PHNOM PENH-KEMPALAN: Pandemi Covid-19 belum selesai dan banyak orang yang terpaksa tetap di rumah untuk melindungi diri dan orang-orang terdekatnya. Semua demi memutus rantai penularan virus tersebut. Namun, di Kamboja, ada sejumlah orang yang diam-diam membangun bangunan luar biasa dari tanah liat dan lumpur.
Mereka hanya menggunakan alat primitif dan tangan mereka sendiri, namun hasilnya adalah bangunan luar biasa yang versi kecil dari kuil Angkor dan kastil ala Eropa yang memiliki ruangan-ruangan mewah dengan perabotan yang juga terlihat mewah, meskipun dibuat dari bahan-bahan alami di hutan lindung di Siem Riep.
Arsitektur indah ini menjadi viral karena Peanh Setha yang membentuk kanal YouTube dengan nama Leurt Wilderness. Ia membangun timnya bersama Tann Molly, saudara iparnya yang mana keduanya menemukan kuli miskin namun memiliki kemampuan yang luar biasa di desa Roka Kambot di Siem Reap.
Rekaman mereka yang memperlihatkan pekerjaan dan hasil kerja dari para kuli dalam membangun Kerajaan Tanah Liat sangat terkenal pada tahun lalu, bahkan pengunjung berjubel datang untuk melihat bangunan tersebut pada Festival Pchum Ben, September 2020 lalu.

Bangunan tersebut terletak di hutan dari Desan Kouk Toeung di Siem Riep dan memiliki ruang tidur dan ruang keluarga yang mana semua ukiran dan hiasannya dibuat dari tanah liat dan lumpur sepenuhnya, bahkan ada ruangan kerajaan yang menurut The Phnom Penh Post sangat cocok untuk menjadi tempat tinggal raja sekalipun.
Dalam pembangunannya, istana tersebut membutuhkan waktu 130 hari dan sembilan orang. Menurut Leurt Wilderness, desain bangunannya adalah gabungan antara gaya Khmer dan gaya modern, semisal kasur bergaya Khmer akan tetapi sofanya bergaya modern. Agar menjadi viral ada tiga fotografer yang bekerja untuk memperlihatkan keindahan bangunan tersebut.
Namun, permasalahan bukan hanya pada membangun bangunan tersebut, tapi menjaganya agar tetap baik. Setha mengatakan bahwa mereka sedang mencari cara untuk melindunginya dari hujan. Akan tetapi, kerja keras mereka mendapatkan dukungan dari pihak berwenang yang memperbolehkan mereka untuk memindahkan bangunannya di area baru di hutan lindung itu. (TPPP, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi