JAKARTA-KEMPALAN: Saat ini, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang melakukan proses yang menggabungkan antara aset Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan PT PLN Gas and Geothermal (PLN GG). Hal ini menjadi misi utama dari Kementerian BUMN dalam pembentukan holding geothermal yang sedang berjalan.
Kementerian yang dinahkodai oleh Erick Thohir ini sudah menggandeng Mandiri Sekuritas yang ditugaskan sebagai konsultan utama. Mandiri Sekuritas juga telah mengkonfirmasi bahwa pihaknya sedang memantau terkait proses pembahasan mengenai aset tersebut.
Di lain sisi, Arya Sinulingga selaku Staf Khusus Kementerian BUMN menuturkan, jika pihak Kementerian telah mengkalkulasi mengenai besaran jumlah aset yang dihasilkan oleh ertamina Geothermal Energy (PGE) dan PT PLN Gas and Geothermal (PLN GG).
“Jadi nanti kalau posisinya (dalam holding) sesuai dengan jumlah aset yang dimiliki, jadi fair aja dia dan kedua-duanya pemiliknya,” terangnya, dikutip dari Kontan.
Selanjutnya, ia menuturkan jika pada PT Geo Dipa Energi akan mengkonsepsikan metode yang berbeda dalam proses pembentukan holding geothermal. Namun dirinya tidak menjelaskan secara mendetail terkait teknis metode serta metode apa yang akan diaplikasikan.
Proses pembahasan dalam konteks penggabungan antara aset Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan PT PLN Gas and Geothermal (PLN GG) ditargetkan akan selesai pada akhir bulan Agustus ini. Di mana, secara analitis Pertamina Geothermal Energy (PGE) menjadi perusahaan yang paling berpotensi menjadi induk holding.
Sedikit informasi, Pertamina Geothermal Energy (PGE) merupakan anak perusahaan dari PT Pertamina (Persero) yang didirikan pada tahun 2006. Di mana perusahaan ini bergerak di sektor pemanfaatan energi pasa bumi sesuai dengan Akta Nomor 10 tanggal 12 Desember 2016. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi