SIDOARJO-KEMPALAN: Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor berpesan menghadapi musibah tetap luruskan aqidah. Pesan mendalam ini di sampaikan Gus Muhdlor saat meresmikan masjid Haji Mudjiadi di dusun Biting Desa Mojoruntut Kecamatan Krembung Sidoarjo pada Senin (23/8) siang.
Diera pandemi saat ini kita harus lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. Di saat permasalahan besar menimpa, seseorang haruslah lebih dekat dengan sang penciptanya. Bentuk kedekatan dengan sang khalik bisa berupa sedekah seperti ini.
“Di era pandemi jangan pernah tinggalkan Allah Swt. Kita harus bisa berkontribusi, salah satunya adalah sodaqoh jariyah seperti ini. Semoga sodaqoh jariyah menjadi ladang pahala bagi beliau sekeluarga yang akan memudahkan kehidupan beliau baik di dunia maupun akhirat,” kata Gus Muhdlor usai meresmikan Masjid Haji Mudjiadi.
Peresmian Masjid dengan luas bangunan 1.200 meter persegi tersebut ditandai dengan pemukulan bedug serta penanaman pohon kurma di halaman masjid.
Masjid yang berdiri di lahan seluas kurang lebih 2.948 meter persegi tersebut merupakan wakaf dari H. Mudjiadi warga Mojoruntut, Krembung.
Gus Muhdlor memaknai wakaf masjid yang dibangun dengan biaya sendiri seperti ini bentuk kebermanfaatan seseorang dalam hidupnya. Dikatakannya hidup hanyalah sementara. Oleh karenanya hidup haruslah bermanfaat bagi semua orang. Baik bagi keluarga, masyarakat dan lingkungannya. Apalagi masa pandemi seperti ini. Dibutuhkan sikap kedermawanan.
“Ini merupakan contoh yang baik bahwa harus tetap bermanfaat bagi masyarakat, agama, bangsa dan negara. Apalagi diera pandemi seperti ini,”ucapnya.
Gus Muhdlor juga mengatakan hati haruslah selalu terpaut dengan masjid. Masjid tidak boleh ditinggalkan. Namun begitu untuk memakmurkan masjid haruslah mentaati protokol kesehatan. Pasalnya PPKM belum usai.
“Setelah ini tinggal memakmurkan masjid yang harus didorong, tetapi seperti kita tahu PPKM belum usai, sekali lagi saya sampaikan tetap taati protokol kesehatan, cari keseimbanganya, protokol tetap jalan tetapi jangan pernah meninggalkan masjid, hati ini harus tetap berada di masjid, hati ini harus tetap terikat dengan Allah SWT,” ucapnya.

Sementara itu H. Mudjiadi bersyukur bisa mewakafkan tanahnya yang didalamnya dibangun sebuah masjid yang dinamai dengan namanya. Dirinya berharap keberadaan Masjid Haji Mudjiadi menjadi berkah dan bermanfaat bagi masyarakat. Setelah diwakafkannya ke NU Kabupaten Sidoarjo, H. Mudjiadi berharap dapat dimanfaatkan dengan baik. Sisa lahan dapat dimanfaatkan untuk pendidikan Al-Quran.
“Setelah diresmikan masjid ini, monggo kita semangat berjamaah dan memakmurkan masjid,” pintanya.
H. Mudjiadi bercerita masjid tersebut dibangun selama 108 hari atau hanya 3 bulan. Biaya pembangunannya dari sakunya sendiri. Dirinya tidak merinci berada biaya pembangunannya. Pasalnya setiap pemenuhan bahan bangunan tanpa adanya pembukuan administrasi.
“Secara administrasi tidak ada, tapi secara lapangan, jika ada kekurangan apapun kita belikan, jadi tidak ada administrasi,” ucapnya.
Dalam peresmian masjid Haji Mudjiadi siang tadi juga diserahkan bantuan sosial dari Baznas Kabupaten Sidoarjo. Secara simbolis 50 paket bantuan tersebut diserahkan oleh bupati dan wakil bupati Sidoarjo. (Ambari Taufiq)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi