Jubir Presiden: Pemerintah akan Berusaha Bayar Tunjangan Nakes

waktu baca 2 menit
Juru Bicara Kepresidenan, Harry Roque (FB).

MANILA-KEMPALAN: Pemerintah Filipina meminta kepada tenaga kesehatan dan perawat untuk tidak mengundurkan diri sembari menjamin bahwa mereka nantinya akan mendapatkan tunjangan resiko khusus paling cepat minggu depan.

Hal ini disampaikan oleh juru bicara presiden, Harry Roque pada Senin (23/8) bahwa Rodrigo Duterte selaku Presiden Filipina memberi waktu 10 hari kepada Departemen Penganggaran dan Manajemen untuk menggelontorkan pendanaan demi memberi manfaat kepada tenaga kesehatan yang disampaikan sang presiden pada Jumat (20/8).

Melansir Philippine News Agency, ia juga memperingatkan bahwa pengunduran diri massal akan menyebabkan permasalahan bagi mereka sendiri apalagi di masa pandemi dan pemerintah akan kesusahan mencari sumber pendanaan tambahan untuk memberi kompensasi kepada mereka.

“Jika mereka mengundurkan diri, akan lebih banyak orang tak bekerja di masa pandemi, permasalahan kita akan semakin bermasalah jika semakin banyak pengangguran dan kami tidak memiliki bantuan dana untuk diberikan,” tambahnya seperti yang dikutip dari PNA.

Duterte pada Sabtu (21/8) memberikan arahan kepada Menteri Kesehatan Francisco Duque III untuk menggunakan seluruh dana yang ada serta mencari sumber pendanaan lain guna mengkompensasi para nakes.

“Gunakan uang apapun yang ada,” tutur Duterte seraya meminta menkes untuk memberikan pata nakes apapun yang mereka butuhkan, karena ia berkomitmen untuk membawa Filipina keluar dari pandemi.

Sebelumnya, Persatuan Perawat Filipina (FNU) mengatakan bahwa kemungkinan akan ada pengunduran diri massal pada apabila tunjangan mereka tidak turu pada 1 September. Maristela Abinojar selaku presiden FNU mengatakan hal itu mungkin terjadi karena para perawat telah menunggu tunjangan mereka yang tertunggak selama setahun lalu semenjak awal pandemi. (PNA, reza hikam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *