BANGKOK-KEMPALAN: Universitas Suan Dusit Rajbhat mengadakan survei opini yang juga dikenal sebagai Jajak Pendapat Suan Dusit yang menunjukkan masyarakat ingin pemerintah untuk memperkenalkan tindakan guna membantu mereka memenuhi pengeluaran pada masa pandemi.
Jajak pendapat ini diadakan antara tanggal 16 hingga 19 Agustus pada 1.274 orang di seluru negara Asia Tenggara itu untuk mengumpulkan pendapat mereka mengenai pengeluarannya ketika perekonomian negara mereka terpukul karena virus corona.
Melansir Bangkok Post, sekitar 40,22 persen di antara responden mengatakan pengeluaran mereka lebih banyak daripada sebelum pandemi, sementara 33,6 persen mengutarakan mereka justru mengeluarkan lebih sedikit uang semasa wabah, adapun 22,18 persen berkata bahwa pengeluaran mereka sebelum dan sesudah pandemi sama saja.
Berkenaan dengan pemasukan untuk pengeluaran mereka, para responden diperbolehkan memilih lebih dari satu jawaban, yang mana 83,57 persen menyatakan pemasukan mereka berasal dari pekerjaan utama maupun sampingan; 46,78 persen harus mengambil tabungannya; 44,3 persen mengatakan subsidi dari program-program pemerintah membantu mereka.
Ada pula sekitar 26,26 persen yang menggunakan kartu kredit dan layanan keuangan lainnya, lalu 25,31 persen meminjam uang dari kerabat dan kawannya. Karena situasi pandemi Covid-19, banyak yang memotong pengeluaran untuk membeli barang mewah dan 57,49 persen membeli sejumlah besar barang untuk pasokan.
Tak ayal, ada banyak juga yang membeli barang dengan potongan harga atau diskon dan sebanyak 53,71 persen membeli barang melalui toko online serta 53,08 persen membeli barang dari toko yang mengikuti progra pemerintah.
Sekitar 86,41 persen meminta pemerintah untuk menurunkan harga air, listrik, internet dan bahan bakar, lalu 76,86 persen ingin meminta penurunan harga barang untuk memenuhi kebutuhan penghidupan. Bahkan 61,85 persen meminta pemerintah untuk membuat kebijakan untuk pengurangan bunga pinjaman hingga pemberhentian sementara untuk pembayaran utang.
Ketika ditanya selama apa para responden mampu bertahan hidup di masa seperti ini, kisaran 37,37 persen menjawab tiga bulan, lalu 30,32 persen lainnya mengatakan enam bulan dan 19,68 persen sekitar enam bulan hingga satu tahun. Paling lama satu atau dua tahun dengan kisaran jawaban responden sejumlah 12,63 persen. (BP, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi