ANKARA-KEMPALAN: Seorang ahli permasalahan Afghanistan bernama Ahmad Muwaffaq Zaidan berbicara kepada Kantor Berita Turki Anadolu Agency bahwa ia percaya Taliban yang ada sekarang berbeda dengan Taliban yang dikalahkan AS pada tahun 2001.
Perbedaan ini ia perlihatkan dengan menunjuk kepada bagaimana Taliban masuk ke dalam ibukota Kabul dibandingkan dengan kebiadaban ketika koalisi internasional yang dipimpin AS masuk Bagdad pada tahun 2003 dan demonstran yang masuk ke dalam Gedung Capitol pada Januari 2021.
Namun selaras dengan komentar netral lainnya tentang pengambilalihan pemerintahan yang dilakukan oleh kelompok militan itu, penulis buku “The Long Summer of Afghanistan” itu menyatakan bahwa langkah selanjutnya adalah ujian bagi Taliban.
Bagi Ahmad, apa yang dicapai Taliban sekarang tidak hanya karena perjanjian damai dengan AS di Doha pada 2020, namun juga kemenangan di lapangan. Ia menunjukkan apa yang disampaikan Biden bahwa Afghanistan adalah kuburan kekaisaran sudah cukup menggambarkan banyak hal.
Ada tiga hal penting yang menjadi karakteristik dari kemenangan Taliban, yakni mereka memiliki negosiator yang sabar, tegar, dan berbahaya. Salah satu yang ia jelaskan adalah Mullah Abdul Ghani Baradar yang ditangkap pada 2010 lalu dibebaskan pada 2018.
Menurut Ahmad, Mullah Baradar dibebaskan karena dianggap sebagai salah satu orang yang dianggap moderat dan terbukti hanya moderat dalam perkataannya serta membuat Amerika Serikat bertumpu padanya. Ia menyatakan Baradar membuat banyak orang terkejut.
Taliban memiliki sentimen Islam dan secara historis mencintai Turki, tuturnya berkaitan hubungan Taliban dengan Turki yang mungkin, menurutnya, akan membawa berita baik ke depannya dan akan menguntungkan bagi dunia Islam yang sedang menghadapi tantangan besar. (AA, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi