Washington D.C-Kempalan: Bom bunuh diri terjadi di Kabul, Afghanistan pada Kamis (26/8) yang terjadi pada saat negara-negara di dunia berpacu waktu untuk menyelesaikan evakuasi secepatnya sebelum tanggal 31 Agustus mendatang.
Bom bunuh diri yang berjumlah sepasang meledak di luar bandara Kabul menewaskan setidaknya 12 orang tentara AS dan melukai setidaknya 15 orang. Selain itu, setidaknya berdasarkan data terbaru, sedikitnya 60 warga sipil Afghanistan juga dilaporkan meenjadi korban tewas akibat bom tersebut.
Melansir dari Reuters, serangan bom tersebut dilakukan oleh ISIS-K (Khorasan), afiliasi dari ISIS yang ada di Irak dan Suriah. Pentagon dan juga Biden mengatakan bahwa mereka akan memburu pelaku sepasang bom tersebut dan mempersiapkan untuk memberikan balasan yang sepadan.
Jenderal Korps Marinir AS yaitu Frank McKenzie mengatakan bahwa ledakan bom di Kabul diikuti dengan baku tembak. Ia juga menambahkan bahwa kedepannya akan ada potensi serangan yang bisa saja lebih parah seperti serangan roket dan misil yang ditembakkan ke bandara atau lainnya.
Pentagon juga sedang mengantisipasi serangan serangan lanjutan lainnya yang secara potensial akan terjadi di tengah proses evakuasi hingga saat ini masih berlanjut di Afghanistan.
Beberapa kritikus menyalahkan Biden yang tergesa-gesa melakukan evakuasi. Salah satu pejabat AS mengatakan bahwa setidaknya masih ada sekitar 1000 warga AS yang masih tertahan di Afghanistan.
(Reuters/CNN, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi