ANKARA-KEMPALAN: Presiden Turki yaitu Erdogan bahwa Turki sedang menyiapkan operasi militer baru di Suriah—yang kemudian meningkatkan ketakutan baru di perbatasan Suriah-Turki.
Dalam pertemuan kabinet pada Senin (22/5), Erdogan mengatakan bahwa operasi tersebut memiliki tujuan untuk membuat Zona Hijau sepanjang 30 Km di perbatasan Suriah-Turki.
“Kami akan melancarkan tahap baru terkait proyek baru kami untuk membuat Zona Hijau sepanjang 30 Km di sepanjang selatan perbatasan kami” ucap Erdogan.
Erdogan tidak memberikan detail lebih lanjut—namun operasi tersebut akan dilakukan setelah pasukan militer Turki, Intelijen Turki dan lainnya sudah selesai mempersiapkan unitnya.
Area yang ditarget dari operasi militer tersebut adalah Syrian Democratic Forces yang menjadi kelompok yang membawahi Kelompok Bersenjata Kurdish yaitu YPG.
YPG dianggap berbahaya oleh Turki karena perpanjangan tangan dari Kurdistan Worker’s Party (PKK) yang sudah dilarang keras dan dianggap organisasi teroris.
PKK telah melakukan pemberontakan sejak tahun 1984 yang membuat total lebih dari 10 ribu orang meninggal.
PKK juga dituduh menjadi dalang adanya upaya penggulingan Erdogan.
Sejak tahun 2016, Turki telah melancarkan tiga operasi besar di Utara Suriah—yang kemudian mengontrol perbatasan Suriah dari ancaman ISIL.
Pada tahun 2020, Kelompok HAM telah mengkritisi tindakan Turki tersebut dan PBB mendesak Turki untuk melakukan investigasi terkait adanya kemungkinan kriminal perang.
Di sisi lain, pada awal bulan, Erdogan mengatakan bahwa Turki akan membangun infrastruktur di Utara Suriah yaitu membangun perumahan untuk menampung 1 Juta pengungsi Suriah.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi