JAKARTA-KEMPALAN: Pada Senin (16/8), Joko Widodo selaku Presiden RI mengutarakan pidato kebangsaan dalam agenda tahunan Sidang MPR RI tahun 2021. Hal ini disampaikan secara langsung di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta dan disiarkan secara live via Youtube.
Dalam pidatonya, Presiden yang akrab disapa Jokowi ini membahas mengenai isu-isu kontekstual terkait pandemi Covid-19. Tentu saja pidato ini juga disampaikan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-76 pada besok (17/8).
Sidang ini dimulai tepat waktu pada jam 08.30 WIB. Yang mana diawali dengan pidato pengantar oleh politisi Golkar sekaligus Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. Selanjutnya, Joko Widodo mengucapkan isi pidatonya yang cukup padat dan jelas serta terstruktur.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengucapkan bahwa saat ini pemerintah tetap memperhatikan agenda besar menuju Indonesia Maju selama masa pandemi yang serba sulit ini. Ia menyampaikan jika pandemi ini menjadi tantangan bangsa ini untuk mengambangkan cara-cara yang baru pula.
Pandemi Covid-19 seakan memicu masyarakat Indonesia untuk bertransformasi dan menerapkan tindakan-tindakan yang baru. Kebiasaan yang dulu dianggap tak bisa dilakukan, saat ini menjadi suatu keniscayaan yang bahkan wajib dilakukan.
“Meninggalkan kebiasaan lama yang tak relevan dan menerobos ketidakmungkinan,” ucap Joko Widodo pada pidato kebangsaan di forum Sidang Tahunan MPR RI, Senin (16/8).
Situasi yang sulit ini mengharuskan masyarakat harus menaati protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak. Jokowi juga menyinggung terkait masyarakat yang harus melakukan aktivitas sehar-harinya secara online atau work from home.
Ia melanjutkan bahwa masyarkat harus membangun normalitas baru pada hal-hal yang dulunya dianggap tabu. Jokowi mencontohkan hal tersebut seperti, memakai masker, menjaga jarak, dan tidak bersalaman.
Selanjutnya, Jokowi berujar jika pemerintah tidak mengurangi komitmen untuk mencapai agenda utama menciptakan Indonesia Maju walaupun memang fokus saat ini adalah menuntaskan Covid-19. Sehingga pengembangan sektor SDM yang berkualitas tetap hadir sebagai prioritas utama.
“Pembangunan infrastruktur dapat memurahkan logistik terus dilakukan,” tambahnya.
Pemerintah mengkalkulasikan serta mempertimbangan terkait kepentingan kesehatan dan perekonomian. Yang mana hal ini berhubungan dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah terkait dengan Covid-19. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi