Rabu, 3 Juni 2026, pukul : 13:52 WIB
Surabaya
--°C

Jatuhnya Kabul, Berikut Tanggapan Dunia Internasional

KABUL-KEMPALAN: Hamid Karzai, mantan Presiden Afghanistan, mengumumkan terbentuknya sebuah dewan koordinasi untuk memastikan pemindahan kekuasaan yang lancar usai Ashraf Ghani melarikan diri dari Afghanistan.

Hal ini ditanggapi oleh Iran melalui Menteri Luar Negerinya Javad Zarif yang menyambut pembentukan dewan itu untuk mengawasi pemindahan kekuasaan. Ia berharap bahwa dewan itu akan mengarah kepada “dialog dan transisi damai” di Afghanistan.

Namun, Rusia mengutarakan bahwa belum waktunya mengakui Taliban sebagai penguasa sah dari negara Asia Tengah itu. Menurut Zamir Kabulov selaku perwakilan Rusia di Afghanistan mengatakan kepada Kantor Berita RIA bahwa negaranya siap untuk bekerja sama dengan pemerintahan transisi di masa depan.

Akan tetapi, Kabulov mengatakan Rusia tidak khawatir dengan situasi di Afghanistan karena memiliki hubungan baik dengan Taliban dan pemerintah Afghanistan.

BACA JUGA  Iran Ancam Tinggalkan Negosiasi, Trump Ngamuk ke Netanyahu: Kamu Gila, Semua Orang Sekarang Benci Israel!

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson menyampaikan bahwa dunia Barat harus memastikan Afghanistan tidak menjadi tempat untuk teroris. Ia menambahkan negaranya bersama NATO akan memastikan bahwa tidak ada negara yang secara bilateral mengakui Taliban.

NATO sendiri sedang mempertahankan kehadiran diplomatiknya di Kabul dan membantu menjaga agar bandara kota itu tetap beroperasi, kata aliansi militer tersebut pada Minggu (15/) ketika gerilyawan Taliban memasuki ibu kota Afghanistan.

“NATO membantu menjaga bandara Kabul tetap terbuka untuk memfasilitasi dan mengoordinasikan evakuasi,” kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Twitter.

Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Minggu (15/8) bahwa pihaknya “menyerukan gencatan senjata segera, komprehensif dan permanen di semua wilayah Afghanistan.”

BACA JUGA  Momen Kelulusan di Harvard University, Mahasiswi Baca Al-Qur’an

Presiden Joe Biden dan pejabat tinggi AS lainnya dikejutkan pada hari Minggu (15/8) oleh kecepatan pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban, karena penarikan pasukan Amerika yang direncanakan segera menjadi misi untuk memastikan evakuasi yang aman.

Padahal pada 8 Juli, Biden menyatakan, tidak mungkin Taliban akan menguasai Afghanistan.

“Kami telah melihat bahwa pasukan itu tidak mampu mempertahankan negara, dan itu terjadi lebih cepat dari yang kami perkirakan,” kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken kepada CNN, merujuk pada militer Afghanistan. (AP/VoA/SN/AA/Ashraq Al-Awsat, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.