KEMPALAN: Semenjak munculnya virus corona atau Covid-19 yang mulai menyebar pada akhir 2019, sejumlah perusahaan berlomba-lomba untuk membuat vaksin guna menyelesaikan situasi pandemi yang sudah dideklarasikan WHO semenjak 2020. Melansir dari @LaPippette.labs, berikut penjelasan singkat beberapa vaksin yang diproduksi dalam skala internasional.
- mRNA-1273
Dikenal dengan nama vaksin Moderna. Vaksin ini merupakan model encapsulated mRNA vaccine yang disebutkan bahwa mRNA dari protein yang ada dalam virus itu dilindungi dalam sebuah nanopartikel lipid seperti gelembung sabun. Ketika mRNA itu diserap, maka selnya akan memunculkan lapisan protein yang mengarah kepada respon imun.
Vaksin ini terhitung 100 persen manjur terhadap penyakit parah dan 94 persen manjur terhadap gejala yang muncul akibat Covid-19. Dalam satu dosis Moderna berisikan 0,5 mL vaksin yang disuntikkan dua kali dalam jarak 28 hari. Vaksin ini bisa disimpan selama enam bulan apabila berada dalam suhu -20’C dan hanya 30 hari jika suhunya 2-8’C.
- BNT162b2/Comirnaty
Vaksin buatan kerja sama antara perusahaan AS Pfizer dan BioNTech asal Jerman ini memiliki spesifikasi yang sepenuhnya sama dengan Moderna, setidaknya seperti dalam penjelasan @LaPippette.labs.
Seperti Moderna, Pfizer memiliki kemanjuran 100 persen terhadap penyakit parah, namun lebih tinggi 1% (95 persen) untuk penyembuhan gejala, dan melalui studi yang dilakukan di Qatar, vaksin ini memiliki 75 persen kemanuran menghadapi varian S.A. atau B.1351.
Satu dosis vaksin Comirnaty diberisikan 0,3 mL yang diberikan sebanyak dua kali dengan jarak 21 hari antara suntikan pertama dan kedua. Ia tahan selama enam bulan apabila disimpan dalam suhu -70’C dan hanya lima hari apabila suhunya 2-8’C.
- AZD1222/Vaxzevria
Berbeda dengan Moderna atau Pfizer, vaksin buatan AstraZeneca ini disebut sebagai vaksin vektor viral yang mana spike protein-nya terlindungi di dalam virus yang aman, selanjutnya sel yang terifeksi itu akan memunculkan spike protein yang mengarah kepada respon imun.
Seperti tiga vaksin sebelumnya, AstraZeneca terbukti manjur menghadapi penyakit parah yang muncul karena Covid, namun kemanjuran ini menurun hingga 82 persen berkaitan dengan gejala dan hanya 10% menghadapi varian B.1351 SA.
Satu dosis AstraZeneca berisikan 0,5 mL yang disuntikkan selama dua kali dengan jarak 12 minggu, vaksin ini dapat disimpan selama enam bulan dalam suhu 2-8’C.
- JNJ-78436735
Vaksin yang diproduksi Johnson & Johnson ini menarik karena satu-satunya yang hanya disuntikkan sekali dengan satu dosis berisikan 0,5 mL. Seperti AstraZeneca, vaksin JNJ juga merupakan viral vector vaccine yang mana spike protein berada dalam virus yang aman untuk memicu kekebalan tubuh.
Vaksin ini jika disimpan dalam suhu -20’C dapat bertahan hingga dua tahun, sementara dalam suhu 2-8’C bisa bertahan selama tiga bulan. Adapun kemanjuran JNJ terhadap varian B.1351 mencapai 64 persen, sementara ia sangat manjur agar mereka yang terinfeksi dapat terhindar dari rawat inap.
- Sputnik V
Vaksin besutan Gemaleya, Rusia ini disebut “seampuh AK-47” oleh Presiden Vladimir Putin yang mengutip penelitian luar negeri. Dibentuk dengan teknologi yang sama, Sputnik V adalah vaksin vektor viral dengan kemanjuran 100% untuk menghadapi kasus penyakit parah.
Sputnik V diberikan dalam dua dosis dengan 0,5 mL per dosisnya dengan jarak 21 hari. Mereka bisa tahan selama dua tahun ketika disimpan dalam suhu -20’C dan tahan enam bulan ketika disimpan dalam 2-8’C.
- Convidecia
Ini adalah vaksin buatan perusahaan China, CanSino Bio yang merupakan vaksin vektor viral dengan efikasi 90 persen untuk kasus parah dan 65 persen untuk kasus dengan gejala. Ia hanya menggunakan satu dosis dan disimpan pada suhu 2-8’ C.
- NVX-CoV2373
Buatan Novavax, vaksin ini digunakan di Amerika Serikat. Lembaga itu memakai Subunit vaccine yang merupakan partikel nano yang dilindungi dengan protein sintetis dengan tambahan elemen yang disebut adjuvant guna memperkuat reaksi imun.
Ia memiliki efikasi yang tinggi terhadap penyakit parah dan penyakit bergejala, serta kemanjuran mencapai 51% dalam menghadapi varian B.1351. Ia diberikan dalam dua suntikan dengan jarak 21 hari yang mana masing-masing suntikan berisi 0,5 mL vaksin.
Vaksin ini dapat bertahan hingga dua tahun apabila disimpan pada suhu -20’ C dan selama enam bulan di suhu 2-8’C.
- BBIBP-CorV
Ini adalah vaksin China yang disetujui oleh WHO. Ia dibuat oleh perusahaan Sinopharm yang menggunakan virus yang tidak aktif (inactivated virus) secara kimiawi. Virus tidak aktif ini tidak dapat berkembang biak namun semua proteinnya tetap ada untuk memunculkan respon imun.
Vaksin tersebut hanya memiliki kemanjuran 78% serta diberikan dalam dua dosis dengan jarak 28 hari. Ia harus disimpan dalam suhu 2-8’C.
- CoronaVac
Di Indonesia, ada tiga vaksin yang sudah masuk: Moderna, AstraZeneca, dan SinoVac atau lebih tepatnya CoronaVac. Sama dengan BBIBP-CorV, CoronaVac menggunakan virus yang tidak aktif dan memiliki kemanjuran 100 persen, namun efikasi ini turun jadi 83 persen terkait penyakit bergejala.
Dalam penyuntikan, CoronaVac membutuhkan dua dosis dengan jarak 14 hari dan harus disimpan pada suhu 2-8’C.
- BBV152/Covaxin
Covaxin adalah vaksin virus corona buatan Bharat Biotech dari India. Mereka menggunakan teknologi yang sama dengan CoronaVac dengan kemanjuran 81 persen. Ia harus diberikan dua dosis dengan jarak 28 hari antara yang pertama dan kedua. Harus disimpan dalam suhu 2-8’ C. (@LaPippette.labs, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi