Rabu, 11 Februari 2026, pukul : 00:15 WIB
Surabaya
--°C

BPOM: Vaksin Gotong Royong Pakai Sinopharm, Moderna, Sputnik, dan Novavax

JAKARTA-KEMPALAN: Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito menyebut ada empat jenis vaksin COVID-19 yang akan digunakan dalam program vaksinasi gotong royong. Disebutkan ada vaksin Sinopharm, Moderna, Sputnik, dan Novavax.

Penny menjelaskan, progress dari setiap vaksin yang akan digunakan dalam program vaksinasi mandiri atau gotong royong pertama adalah Sinopharm, yang saat ini masih menunggu data pasti dan jadwal yang sudah dibicarakan oleh pemerintah.

“Ada beberapa data yang masih diproses data mutu, kami tunggu. Beberapa kelengkapan data aspek khasiat,” jelasnya dalam dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR RI, Senin (15/3).

Penny melanjutkan, vaksin Sputnik vaksin asal Rusia ini sudah menerima proses registrasi dari perusahaan yang memproduksi. Tetapi, prosesnya masih dibicarakan dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN terkait kepastian penggunaan vaksin Sputnik.

“Tugas BPOM menjamin keamanan mutu, bukan berarti hasil penilaian BPOM itu pasti dibeli, nanti ada prosesnya lagi dari Kemenkes atau Kemen BUMN, akan digunakan vaksin mandiri atau tidak, tapi Sputnik sudah ada pembicaraan,” tambah Penny.

Novavax saat ini masih dibutuhkan bridging study karena produksi yang masuk ke Indonesia dari India. Persetujuan dari FDA India pada Mei dan Juni ini.

Vaksin terakhir yang akan digunakan adalah Moderna asal Amerika. Penny menyebut, perkembangan vaksin ini sudah mendapat condition of approval dari FDA Amerika Serikat dan juga Inggris. Saat ini, BPOM tengah menyelesaikan MoU dengan perusahaan vaksin Indonesia PT Bio Farma untuk melakukan produksi bersama untuk vaksin gotong royong.

AstraZeneca Ditunda

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penggunaan vaksin Covid-19 asal AstraZeneca ditunda sementara di Indonesia. Budi mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil penelitian dari organisasi kesehatan dunia (WHO) terkait efek samping dari vaksin AstraZeneca tersebut.

“Sampai saat ini berita yang kami terima dari WHO mereka masih meneliti, kita juga terima dari MHRA itu BPOMnya UK, dan EMA itu European Medical Authority, mereka sekarang belum mengkonfirmasi apakah ini ada korelasinya karena vaksin atau tidak,” kata Budi dalam Rapat Kerja di Komisi IX DPR RI, Jakarta, Senin (15/3).

Sebanyak 33 WNI di enam negara terkonfirmasi positif Covid-19 pada Selasa (16/3). Penambahan tersebut menjadikan kasus Covid-19 WNI di luar negeri sejumlah 3.889 orang. Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri pada Selasa (16/3) pukul 08.00 WIB, sebanyak 33 WNI terpapar Covid-19 di Belanda (11 WNI), Prancis (1 WNI), Amerika Serikat (6 WNI), Finlandia (4 WNI), Qatar (8 WNI), dan Yordania (3 WNI).

Satu WNI meninggal di AS. Sementara itu, 46 WNI dinyatakan sudah sembuh di Belgia (2 WNI), Yordania (8 WNI), Uni Emirat Arab (2 WNI), Qatar (1 WNI), Finlandia (19 WNI), AS (12 WNI), dan Meksiko (2 WNI).

Dengan demikian, total WNI terpapar Covid-19 di luar negeri menjadi 3.889 di 82 negara yang terdiri dari 2.998 sembuh, 175 meninggal, dan 716 dalam perawatan. (et/km/bs/ist)

 

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.