STYRIA-KEMPALAN: Pembalap Sky Racing Team VR46, Marco Bezzecchi berhasil keluar sebagai pemenang usai sukses menjadi pembalap pertama yang melintasi garis finis pada balapan Moto2 di Styria.
Rider asal Italia itu merupakan anak didik Valentino Rossi di VR46 Riders Academy, dia menjalani debut Moto3 semusim penuh pada tahun 2017.
Saat membela CIP dengan motor Mahindra, ia hanya bisa duduk di peringkat ke-23. Namun, pada tahun 2018, ketika ia pindah ke Redox Prestel GP dan mengendarai KTM, prestasinya langsung melonjak tajam.
Bersama Jorge Martin, Bezzecchi menjadi penantang gelar juara dengan sembilan podium dan tiga kemenangan. Keduanya bergantian memimpin klasemen Moto3.
Sayang, ketika berpeluang mengamankan peringkat runner up di Valencia, dia justru dua kali terjatuh dan finis ke-20. Hasil ini membuatnya harus merelakan status runner up jatuh ke tangan Fabio di Giannantonio.
“Sungguh impresif jika melihat diri saya pada 2017. Tak ada orang yang mau bertaruh sepeser euro pun untuk saya, kami telah bekerja dengan sangat baik, dan saya senang bisa membayar dukungan yang diberikan orang-orang terdekat saya, terutama ayah saya.” ujar Bezzecchi kepada Motosprint pada tahun 2018.
Dinilai sukses mengharumkan nama Italia, rider berusia 20 tahun ini kemudian mendapat banyak pujian dari berbagai pihak. Meski begitu, Bezzecchi mengaku tak ingin kelewat terlena dan memilih berusaha tetap rendah hati.
“Anda bisa terlena dengan mudah jika mendapat banyak perhatian, seperti saya tahun lalu. Kini semua orang mewawancarai saya, bahkan walikota (Rimini) mengadakan pesta untuk saya. Namun jika Anda menjalani dua balapan buruk, Anda langsung banjir kritik tajam. Saya memang pembalap profesional, tapi semua saya mulai dari nol.” ungkapannya.
Potensi Bezzecchi kemudian dilirik oleh Rossi hingga dibawa ke balap Moto2 dengan bendera tim SKY Racing Team VR46.
Manajer tim, Pablo Nieto juga banyak memotivasi dan memberinya latihan intens di Tavullia bersama anak-anak VR46 Riders Academy lainnya.
Meski telah naik kelas ke Moto2, Sikap rendah hati pun tetap dibawa Bezzecchi. Dia yakin sikap ini bakal memengaruhi mentalitasnya dalam menjalani musim debut di kelas intermediate itu.
Nama Bezzecchi kemudian mulai ‘terangkat’ usai dia sukses finish urutan ke-4 pada klasemen akhir Moto2 tahun 2020. Dia pun berpeluang untuk meraih peringkat yang lebih baik tahun ini.
Rider asal Italia itu, sekarang duduk di peringkat ke-3 dengan 117 poin, dia hanya berselisih 11 poin dari rider peringkat kedua Raul Fernandez. (Berita Balap/Bola.net, Edwin Fatahuddin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi