SIDOARJO-KEMPALAN: Banyaknya masyarakat yang terpapar dan meninggal dunia karena Covid-19, membuat pengurus Takmir Masjid Baitul Muttaqien (MBM) Griya Permata Hijau Candi Sidoarjo merasa prihatin.
Untuk itu takmir MBM, membentuk Satuan Tugas Kesehatan (Satgaskes) yang secara khusus bertugas memberikan bantuan dan penanganan terhadap jamaah dan masyarakat sekitar masjid yang terpapar Covid-19.
“Dibentuknya satgaskes ini merupakan wujud kepedulian terhadap kondisi pandemi Covid-19. Kami sangat prihatin, apalagi beberapa jamaah dan masyarakat sekitar masjid ada yang terpapar, bahkan ada yang meninggal,” kata Imam Sahudi Ketua takmir MBM.
Untuk melengkapi tugas Satgaskes, pihak MBM telah menyediakan peralatan medis sederhana, berupa tabung oksigen, oxymeter, nebulizer dan tensi meter. Selain itu juga obat-obatan, multivitamin, tenaga medis dan terapis yang siap diperbantukan untuk jamaah dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
“Bantuan itu sifatnya untuk tindakan awal, bilamana nantinya butuh penanganan lebih lanjut akan kami komunikasikan dengan Satgas Desa atau langsung diantar ke rumah sakit,” jelas Sahudi.
Menurut ketua Satgaskes MBM, Kusnan Prasetya, pihaknya sangat berharap bisa bekerjasama dalam menjalankan amanah ini untuk membantu sesama. “Semua yang terlibat dalam Satgaskes adalah jama’ah MBM, dan alhamdulillah mereka bersedia ditempatkan pada struktur yang sudah kami buat,” jelasnya.
Aktivitas lain MBM secara kelembagaan di bawah naungan Yayasan Baitul Muttaqien adalah Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dan unit usaha Baitul Muttaqien Mart. Menurut Surahmad ketua yayasan Baitul Muttaqien, kegiatan yang selama ini dilakukan masih sebatas kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial dan ekonomi mikro. (Fim)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi