Jumat, 5 Juni 2026, pukul : 03:47 WIB
Surabaya
--°C

Bukalapak Resmi Mengudara di BEI, Menko Marves Berikan Selamat dan Apresiasi

JAKARTA-KEMPALAN: Bukalapak menjadi startup e-commerce asal Indonesia pertama yang mengudara di pasar saham Indonesia. Perusahaan yang didirikan oleh Achmad Zaki ini, secara resmi sudah membuka penawaran umumnya di Bursa Efek Indonesia pada Sabtu (6/8).

Merespon strategi bisnis visioner dari Bukalapak. Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) mengucapkan selamat atas pencapain dari Bukalapak. Selain itu, Luhut juga mengapresiasi langkah dari Bukalapak yang sudah Initial Public Offering (IPO).

Ia sangat mengarapkan jika taktik bisnis yang ditempuh oleh startup Bukalapak dari diimitasi oleh berbagai perusahaan-perusahaan berbasis digital lainnya. Karena, manuver bisnis yang dibuka untuk umum dapat meningkatkan eskalasi perekonomian pasar digital di negeri ini.

BACA JUGA  Unesa "Rumah Para Juara" Bentangkan Karpet Merah untuk Desentralisasi Porprov Jatim 2027

“Semoga dengan proses IPO yang ditempuh, Bukalapak ini mampu memperluas dampak positif akan keberadaan inovasi dan juga teknologi kepada segenap bangsa Indonesia,” ucap Luhut Binsar Pandjaitan secara daring, pada Jumat (6/8).

Perlu diketahui bahwa Bukalapak memiliki emiten dengan kode saham BUKA di Bursa Efek Indonesia. Animo pasar dan para pelaku saham sangat tinggi dengan kahadiran Bukalapan di pasar saham. Hal ini terbukti dari terjadinya oversubscribed pada masa penawaran. Di fase ini, harga IPO dari Bukalapak ada dikisaran Rp 750-Rp 850 per saham.

Selain itu, Luhut menjelaskan jika dalam rentang waktu 11 tahun Bukalapak melantai di pasar bisnis digital di Indonesia, startup yang bermarkas di Jakarta ini menunjukkan progress bisnis yang semakin berkembang. Bukalapak juga konsisten dalam menghasilkan fitur yang memberikan kemudahan bagi para pelapak dari sektor UMKM.

BACA JUGA  Ninja Warrior ala Surabaya: Dwi Kistiono Membangun Mimpi Pentathlon dari Pinggiran Kota

“Sudah lebih dari 13 juta UMKM yang bermitra dengan Bukalapak dan melakukan layanan online dan offline-nya,” jelasnya.

Pria berumur 73 tahun ini menempatkan harapan yang tinggi terhadap Bukalapak. Terutama untuk memberikan aksesbilitas yang mudah dan fungsional kepada pelapak kecil maupun warung agar bergeser kepada digital marketing. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.