WASHINGTON D.C-KEMPALAN: CEO Tesla Elon Musk memiliki ‘perasaan buruk’ terhadap perekonomian AS dan berencana memutus hubungan kerja 10% karyawannya.
Berdasarkan Reuters, Elon Musk tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai perasaan buruknya mengenai ekonomi.
Pada saat ini, sudah ada sekitar 100 Ribu orang yang bekerja di Tesla.
Namun, Elon Musk menyadari ‘Badai Resesi’ akan datang—sehingga ia memberikan pesan pada Kamis (2/6) untuk segera menunda rekrutmen Tesla dan PHK 10% karyawannya.
Padahal sebelumnya, Tesla membuka sebanyak 5 Ribu lowongan kerja di Linkedin
Saham Tesla turun 5% pada Jumat (3/6)—namun di sisi lain, permintaan Mobil Listrik Tesla masih kuat dan tinggi dengan adanya bukti peningkatan inventori dealer.
Pada tahun 2021, tidak hanya Tesla tetapi semua perusahaan mobil di dunia mendapatkan untung tinggi—bahkan diantaranya menyentuh rekor tertinggi.
Namun keadaan ekonomi hingga saat ini masih menghadapi ketidakpastian.
Terlebih lagi Tesla sedang menghadapi beberapa permasalahan seperti misalnya pabrik Tesla di Shanghai ditutup karena kebijakan Lockdown di Tiongkok.
Kemudian permasalahan kebijakan baru dari Administrasi Keamanan Berkendara Nasional AS yang meminta semua perusahaan mobil mengevaluasi model mobilnya karena adanya 758 laporan bermasalahnya sistem pengereman otomatis.
Tesla sendiri mendapatkan 354 laporan dari Model 3 dan Model Y pada bulan Februari silam sehingga diperlukan evaluasi.
Menanggapi pernyataan Musk akan perasaan buruknya terhadap ekonomi, Presiden dari JPMorgan Chase & Goldman Sachs serempak mengatakan bahwa memang akan ada ‘Badai’ yang datang.
Inflasi di AS juga sedang dalam keadaan tertinggi selama empat dekade terakhir yang menyebabkan naiknya harga hidup di AS.
The Fed juga mengalami kesulitan untuk mengatasi inflasi.
Oleh karena itu, pertanyaannya adalah sampai kapan ekonomi dunia mengalami ketidakpastian? (Arlita Azzahra Addin, Reuters/CNN)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi