WASHINGTON-KEMPALAN: Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular Amerika Serikat mengatakan akan ada lebih banyak “rasa sakit dan penderitaan” ke depannya ketika kasus Covid-19 merangkak naik lagi. Sementara itu, para pejabat meminta mereka yang belum divaksin untuk segera divaksin.
Melansir The Associated Press, Fauci juga menyampaikan dirinya tidak melihat perlunya lockdown tambahan di masa depan karena ia percaya apabila cukup orang divaksin di negaranya untuk menghindari terulangnya peningkatan kasus seperti musim dingin tahun lalu.
Akan tetapi, menurutnya belum cukup banyak orang yang divaksin untuk “menghancurkan wabah” virus corona. Peringatannya ini disampaikan pada Minggu (1/8) ketika muncul di acara “This Week” dari ABC.
“Jadi kami mencari bukan, saya percaya, untuk lockdown, tetapi kami mencari rasa sakit dan penderitaan di masa depan karena kami melihat kasusnya naik, itulah alasan mengapa kami terus mengatakan berulang kali, solusinya adalah divaksinasi dan hal ini tidak akan terjadi,” kata Fauci.
Menurut Reuters, Fauci juga menyampaikan, ada 100 juta orang di AS yang sebenarnya bisa divaksin tapi tidak mau divaksin. Sekitar 58% orang Amerika telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, mulai dari yang tertinggi 76% di Vermont hingga yang terendah 40% di Mississippi.
Adapun, Dr. Francis Collins yang merupakan Direktur Institut Kesehatan Nasional mengutarakan angka vaksinasi AS mencapai 56%, bahkan negara bagian Lousiana yang memiliki kasus baru perkapita adalah di antara negara bagian yang vaksinasinya meningkat tiga kali lipat.
“Intinya adalah bahwa orang-orang sadar akan hal ini dan ini mungkin menjadi titik kritis bagi mereka yang ragu-ragu,” kata Collins seperti yang dikutip Kempalan dari Reuters. Ia turut menambahkan, vaksinasi perlu dilakukan apabila ingin memukul mundur virus corona.
Baginya, ialah masuk akal ketika virus menyebar ke dalam sebuah komunitas, seperti di Florida sekarang yang menghadapi angka lonjakan kasus. Ia menyarankan untuk melakukan apapun untuk mencegah penularan seraya menyindir kebijakan Gubernur Florida yang melarang mandat masker di sekolar. (AP/Reuters, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi