Sabtu, 6 Juni 2026, pukul : 16:33 WIB
Surabaya
--°C

Imun (Tainment)

Oleh: Abdul Muntholib ABM
(Jurnalis Senior Kota Malang/ABM Inside Official)

KEMPALAN: Penggemar sepak bola tanah air  sedang dag dig dug. Begitu pula yang dirasakan kontestan Liga Indonesia. Mereka harap-harap cemas apakah kompetisi Liga 1 2021-2022 jadi digelar atau tidak. Apalagi setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator kompetisi kembali menunda kick off.
Semula, Liga 1 dijadwalkan berjalan enam series dengan kick off pada 9 Juli. Dua tim menjadi pembuka juga sudah disiapkan: PSS Sleman dan Persija Jakarta. Namun rencana itu buyar seiring dengan melonjaknya kasus penyebaran Covid-19, khususnya di Jakarta. Ditambah dengan terbitnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3 Juli sampai 20 Juli. Maka, PT LIB memundurkan jadwal kick off pada 23 Juli atau 30 Juli.
Adanya PPKM Darurat bukannya kasus Covid-19 menurun, malah kian menggila. So, PT LIB kembali meralat penundaan lagi dengan kick off pada Agustus. Artinya sudah dua kali dilakukan penundaan kompetisi Liga 1. Ini yang memunculkan kecemasan publik bola. Karena sangat mungkin pada 2021 ini benar-benar tidak ada kompetisi Liga 1. Alasannya khawatir melonjaknya kasus penyebaran Covid-19.
Suporter dan pengelola klub pantas cemas.  Karena tim sudah terbentuk. Dana besar sudah digelontorkan untuk mengontrak pemain. Biaya operasional tim seperti argo yang terus berjalan tanpa henti. Sementara pemasukan tim nihil. Apalagi sejauh ini belum ada kepastian sampai kapan ini terjadi.
Di sejumlah platform media, suporter maupun pengelola klub sudah meneriakkan desakan agar kompetisi tetap digelar saja. Tentu dengan protokol kesehatan yang super ketat. Tidak boleh ada penonton. Semua pemain, ofisial, panitia, peliput harus dipastikan sehat. Mereka semua sudah melewati beragam tes kesehatan, juga sudah divaksin. Bila belum divaksin, maka tidak boleh mendekat ke lokasi pertandingan. Toh, uji coba menggelar pertandingan di tengah pandemi sudah berhasil dibuktikan. Yakni pada ajang Piala Menpora beberapa bulan lalu. Lantas kenapa takut menggelar kompetisi?
Mengacu pada ide dr Tirta Mandira Hudhi, Covid-19 itu tidak bisa ”membunuh” orang dengan imun yang kebal. Dan imun itu tidak saja asupan gizi makanan/vitamin saja. Menikmati hiburan sehingga pemikiran menjadi fresh, hati menjadi bahagia, senang, itu juga menjadi salah satu imun yang tak kalah hebatnya dengan vitamin. Maka, dalam kondisi saat ini, maka perbanyak hiburan. Inilah namanya imuntainment. Bagi penggemar sepak bola, hiburan paling menyenangkan tentu melihat pertandingan sepak bola. Bagi warga Malang Raya, khususnya Aremania, hiburan paling disuka tentu menyaksikan Arema bertanding. Kalaun pun tidak bisa datang langsung ke stadion, kan bisa saja dengan cara live streaming. Ada banyak cara untuk bisa menikmati laga bagi suporter tanpa harus ke stadion. Dengan menonton laga sepak bola, sangat mungkin imun para penggila bola akan meningkat. Setidaknya bisa mengurangi rasa bosan terus berada di rumah.
Jadi, andai ada pihak yang berinisiatif untuk menggelar laga di tengah pandemi, sesungguhnya bukan sedang melawan aturan protokol kesehatan dari pemerintah. Sebaliknya, ini untuk membantu imun masyarakat yang menyukai sebuah pertandingan sepak bola.  Dari sisi ekonomi, juga bisa membantu ekonomi mikro masyarakat.
Baru-baru ini, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menggelar  pertemuan virtual menyikapi berhentinya kompetisi lebih dari setahun ini. Data terungkap, nasib para pemain merana. Mereka tidak ada pemasukan lagi. Ini membuat semangat mereka menjadi drop. Saat ini mereka seperti menunggu sebuah ketidak pastian. Mereka mendesak kepada Presiden Jokowi untuk memberi restu digelarnya kompetisi kembali. (kiritik saran di instagram: abdulmuntholib14). (*)

BACA JUGA  Menuju Satu Abad Green Force: Persebaya Ajak Bonek Naik Kelas Lewat Estetika Digital
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.