SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya membatalkan pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencanya dimulai Juli mendatang. Pembatalan tersebut dilakukan mengingat kasus Covid-19 di Kota Pahlawan terus naik.
Pemkot Surabaya lebih mengutamakan keselamatan peserta didik dibanding mewajibkan pembelajaran tatap muka.
Hal itu sangat berdampak sekali salah satunya bagi kampus Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, “persiapan kami sebagai salah satu kampus terpilih untuk kuliah Luring yang telah dianjurkan pemerintah terancam ditunda, hal itu dikarenakan keadaan kota Surabaya yang tidak memungkinkan untuk program tersebut,” ujar Wakil Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Dr. IGN. Anom Maruta, MM., kepada Kempalan.com, Senin(12/07/2021).
Untuk semester gasal tahun 2021 ini perkuliahan akan kembali ke Program full daring seperti tahun2020 kemaren, imbuhnya
Program perkuliahan yang sudah direncanakan Oleh kampus UNTAG Surabaya selama ini adalah program semi blindate, yaitu program gabungan antara kuliah daring dan kuliah Luring.
dimana Kuliah Luring ini adalah salah satu program dari pemerintah bagi kampus terpilih, dan akan mendapatkan dana hibah sebagai sarana untuk menjalankan kuliah Luring tersebut. “Yang nantinya sebagian mahasiswa kami akan kuliah di kampus luar pulau Jawa dan mahasiswa luar pulau Jawa akan ngampus di kampus kita selama 1 Semester,” ucapnya
Perkuliahan Luring di Kampus UNTAG Surabaya akan dilaksanakan ketika situasi Surabaya sudah benar benar kondusif, agar keselmatan dari para mahasiswa dari kampus Luar Jawa sangat terjaga, imbunya
Semoga pemerintah dapat lebih tegas lagi dalam menyikapi protokol kesehatan ini, agar terjadi percepatan kesembuhan massal dan pembelajaran yang diharapkan masyarakat dapat dimulai kembali seperti sedia kala. Harapnya. FEMAL

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi