JAKARTA-KEMPALAN: Proyek infrastruktur yang tengah menjadi fokus adalah pembangunan jalan tol Trans-Sumatera pada ruas Binjai Pangkalan Brandan. Proyek yang diakomodir oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) membangun jalan tol sepanjang 57,4 km yang ditergetkan selesai pada tahun 2022.
Dalam proyek pembangunan megastruktur ini, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) ini menggunakan teknologi Corrugated Steel Plate (CSP). Pemanfaatan teknologi ini menjadi inovatif, tidak lain untuk eskalasi produktivitas dengan memanfaatkan konstruksi CSP sebagai alternatif pada beberapa konstruksi Box Underpas Beton (BUB).
Koentjoro selaku Direktur Operasi III Hutama Karya menjelaskan, bahwa saat ini perkembangan terkait konstruksi pada jalan tol di Binjai-Pangkalan Brandan ini sudah mencapai 35 persen, serta lahan sudah 26 persen.
“Kami memprioritaskan pengerjaan di Binjai-Pangkalan Brandan karena melihat analisis kepadatan kendaraan di kawasan ini sudah sangat meningkat,” ujar Koentjoro, Kamis (08/07).
Dalam pengerjaan proyek ini, Prasetyanti selaku Direktur Utama PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) menuturkan, jika pengerjaan pada jalan tol pada Binjai-Pangkalan Brendan dari segi teknis yang memiliki tantangan dan permasalahannya sendiri.
Kemudian, kondisi pada kontur eksisting pada tanah dasar di lapangan bervariatif. Sehingga metode pelaksanaan dari antar lokasi juga terdiferensiasi. Selanjutnya, perusahaan ini juga menggagas untuk menjalankan proyek pada segmentasi jembatan layang.
Perlu diketahui bahwa teknologi Corrugated Steel Plate (CSP) adalah struktur plat baja yang dikreasikan dalam bentuk bergelombang. Hal ini yang membuat teknologi ini memilki peningkatan dalam kekuatan pada struktur dan durabilitas yang tinggi. Sehingga proses pengerjaan di lokasi akan sangat minim dan lebih bersih. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi