KUALA LUMPUR-KEMPALAN: Data baru di Malaysia mencatat, mencatat 468 kasus bunuh diri dalam lima bulan pertama 2021, naik dari total tahunan 631 pada 2020 dan 609 pada 2019.
Sebuah kelompok pemuda Muslim Malaysia telah menyuarakan keprihatinan pada hari Jumat (2/6) tentang meningkatnya kasus bunuh diri di negara itu di tengah pandemi virus corona.
Presiden Angkatan Pemuda Islam Malaysia (ABIM) Muhammad Faisal bin Abdul Aziz mengatakan bahwa fenomena bunuh diri di Malaysia menunjukkan bahwa masyarakat berada dalam situasi kritis.
“Hal ini dapat dilihat melalui beberapa kejadian yang memilukan, termasuk meningkatnya angka bunuh diri,” katanya dikutip Kempalan dari Anadolu Agency.
Presiden Angkatan Pemuda Islam Malaysia (ABIM) Muhammad Faisal bin Abdul Aziz mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa fenomena bunuh diri di Malaysia menunjukkan bahwa masyarakat berada dalam situasi kritis.
“Hal ini dapat dilihat melalui beberapa kejadian yang memilukan, termasuk meningkatnya angka bunuh diri,” katanya.
Setidaknya dua kematian bunuh diri terjadi rata-rata setiap hari dari 2019 hingga Mei 2020, katanya.
Abdul Jalil Hassan, direktur Departemen Investigasi Kriminal (CID) Bukit Aman, mengatakan bahwa dari 2019 hingga Mei 2021, setidaknya 281 pria dan 1.427 wanita melakukan bunuh diri dengan 872 berusia antara 15 dan 18 tahun.
“Secara negara bagian, Johor mencatat jumlah kasus bunuh diri tertinggi pada 2019 dan 2020 dengan 101 kasus, sedangkan Selangor mencatat kasus terbanyak tahun ini hingga Mei dengan 117 kasus,” katanya.
Polisi mencatat tiga alasan utama bunuh diri, termasuk hubungan keluarga yang bermasalah, tekanan emosional dan kendala keuangan.
Sementara itu, Mohammed Azmi Abdul Hamid, presiden Dewan Permusyawaratan Organisasi Islam Malaysia (MAPIM), mengatakan peningkatan kasus bunuh diri bisa menjadi bom waktu yang akan memperburuk situasi di Malaysia.
“Jika pemerintah tidak menanggapi semua sinyal ini dengan serius, dikhawatirkan situasinya akan menjadi lebih serius,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Kementerian Kesehatan pada hari Selasa(30/6) meminta warga Malaysia untuk lebih sadar dan peka terhadap lingkungan mereka dan mencari tanda-tanda peringatan.
Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan bahwa beberapa individu berisiko lebih tinggi menderita masalah kesehatan mental termasuk depresi, terutama ketika berada di bawah tekanan yang luar biasa atau ketika terisolasi dari jaringan dukungan teman dan keluarga. (Anadolu Agency, Abdul Manaf)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi