Kamis, 30 April 2026, pukul : 05:29 WIB
Surabaya
--°C

Antonio Guterres, Dua Kali Menjabat Sekretaris Jenderal PBB

NEW YORK-KEMPALAN: Antonio Guterres pada Jumat (18/6) terpilih kedua kalinya sebagai sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia berjanji memprioritaskan penyelesaian masalah pandemi Covid-19.

Pada saat mengambil sumpah di sekretariat PBB di New York mengatakan dirinya paham akan tanggung jawab besar yang dia pikul pada momen kritis dalam sejarah dunia.

Ia dinominasikan oleh negaranya, Portugal, dan diangkat secara aklamasi oleh Majelis Umum, setelah mendapat dukungan sebelumnya dari Dewan Keamanan PBB, untuk masa jabatan kedua yang berlangsung dari Januari 2022 hingga Desember 2026.

“Saya (merasa) sangat terhormat dan berterima kasih atas kepercayaan yang (diberikan) kepada saya untuk mengabdi sebagai Sekretaris Jenderal PBB untuk kedua kalinya,” ujar Guterres dalam akun Twitternya yang dikutip oleh Kempalan.

Ia menyebutkan dunia sedang dalam persimpangan jalan dan paradigma sedang berubah, sementara kekolotan lama sedang dijungkirbalikkan.

“Kami sedang menulis sejarah kami sendiri dengan pilihan yang kami buat saat ini. Hal ini bisa berjalan dengan dua cara: kehancuran dan krisis abadi atau terobosan dan prospek masa depan yang lebih hijau, lebih aman, dan lebih baik untuk semua. Ada alasan untuk berharap,” tambahnya.

Ketika berbicara dalam campuran bahasa Inggris, Prancis, dan Spanyol, tiga dari enam bahasa resmi PBB, Guterres merinci bagaimana COVID-19 telah merenggut nyawa dan mata pencaharian, sambil mengungkap ketidaksetaraan. Pada saat yang sama, negara-negara menghadapi tantangan seperti perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Sekjend PBB itu menyatakan sangat penting mencari jalan keluar dari pandemi, serta pemulihan sosial ekonomi, harus terjadi secara lebih adil untuk masa depan.

“Tantangan terbesar kami, yang sekaligus merupakan peluang terbesar kami, adalah menggunakan krisis ini untuk membalikkan keadaan, berporos menuju dunia yang belajar pelajaran, mempromosikan pemulihan yang adil, hijau dan berkelanjutan dan menunjukkan jalan melalui peningkatan dan efektifitas kerjasama internasional untuk mengatasi isu-isu global”, katanya dalam bahasa Prancis seperti yang dikutip Kempalan dari UN News.

Dia menyerukan untuk memanfaatkan momentum transformasi, sambil juga menekankan perlunya membawa suara-suara lain ke meja perundingan, termasuk masyarakat sipil, sektor swasta dan pemuda.

“Pada akhirnya, transformasi ini berkaitan dengan solidaritas dan kesetaraan”, kata Guterres, kali ini berbicara dalam bahasa Spanyol.

Ia menekankan, vaksin harus tersedia untuk seluruh orang dan perlu untuk membuat kondisi demi pemulihan yang inklusif dan berkelanjutan, baik di negara berkembang maupun di negara maju.

“Secara khusus, kita perlu melakukan segala yang kita bisa untuk mengatasi kesenjangan geostrategis saat ini dan hubungan kekuasaan yang disfungsional. Terlalu banyak asimetri dan paradoks. Mereka harus ditangani secara langsung,” tegasnya.

Ia juga menyarankan masyarakat dunia harus sadar akan bagaimana kekuatan bermain di dunia masa kini berkaitan dengan pendistribusian sumber daya dan teknologi.

Dia juga akan berusaha untuk menginspirasi harapan bahwa segala sesuatunya dapat dibalik, atau bahwa hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Baginya, yang terpenting adalah untuk tidak menyerah.

“Ini bukan (pemikiran) idealis atau utopis tetapi didasarkan pada pengetahuan sejarah ketika transformasi besar terjadi dan dipandu oleh keyakinan mendasar pada kebaikan yang melekat pada orang. Terobosan itu mungkin terjadi ketika kita mengharapkannya paling tidak dan melawan segala rintangan. Itu adalah komitmen saya yang tak tergoyahkan,” tambah sekjend PBB itu. (UN News/akun Twitter Antonio Guterres, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.