RAMALLAH-KEMPALAN: Pemerintah Palestina pada Jumat (18/6) membatalkan perjanjian di mana Israel akan mentransfer 1 juta dosis vaksin virus corona ke sana dengan imbalan jumlah yang sama akhir tahun ini.
Palestina mengatakan dosis, yang mulai dikirim Israel ke Tepi Barat yang diduduki, terlalu dekat waktu kedaluwarsanya dan tidak memenuhi standar mereka. Dalam mengumumkan perjanjian tersebut, Israel mengatakan vaksin “akan segera kedaluwarsa” tanpa menentukan tanggalnya.
Pemerintah Israel yang baru, yang dilantik pada hari Minggu (13/6), mengatakan akan mentransfer satu juta dosis vaksin Pfizer yang hampir kedaluwarsa, dan Palestina akan menggantinya dengan jumlah vaksin yang sama ketika menerimanya dari perusahaan farmasi pada September atau Oktober 2021. Hingga 1,4 juta dosis dapat ditukar, kata pemerintah Israel dalam sebuah pernyataan.
COGAT, badan militer Israel yang mengoordinasikan urusan sipil di wilayah pendudukan, mengatakan telah mengoordinasikan pengiriman 100.000 dosis pertama ke Tepi Barat pada Jumat.
Sementara itu, orang-orang Palestina menggambarkan perjanjian itu secara berbeda, dengan mengatakan Pfizer telah menyarankan transfer itu sebagai cara untuk mempercepat pengiriman empat juta dosis yang telah dibayar Palestina dalam kesepakatan yang dicapai langsung dengan perusahaan obat itu.
“Ini bukan kesepakatan dengan Israel, tapi dengan perusahaan Pfizer,” kata Menteri Kesehatan Palestina Mai Alkaila Jumat pagi seperti yang dikutip Kempalan dari Asharq Al-Awsat. Hal ini disampaikan sebelum kesepakatan itu dibatalkan.
Pada konferensi pers Jumat malam, dia mengatakan pejabat kesehatan yang memeriksa vaksin menemukan bahwa mereka “tidak memenuhi standar.” Mai juga mengatakan, Pemerintah Israel mengatakan kepada Pemerintah Palestina bahwa tanggal kadaluwarsanya adalah Juli atau Agustus yang mana masih ada banyak waktu, namun ternyata masa kadaluwarsanya adalah Juni 2021.
Perdana Menteri Mohammad Shtayyeh memerintahkan pembatalan perjanjian dan pengembalian vaksin ke Israel, kata juru bicaranya. Ibrahim Milhim mengatakan Palestina tidak akan menerima vaksin “yang akan kedaluwarsa” dari Israel, mengutip pernyataan resmi Israel. (Ashraq Al-Awsat, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi