Wawancara Eksklusif

Berawal dari Industri Sambal Rumahan hingga Amerika Serikat

  • Whatsapp
Bu Susi dan produk usahanya. (dok/istimewa)

SURABAYA-KEMPALAN: Rabu (16/6) malam Kempalan.com telah mewawancarai Dra.Susilaningsih, MM (66) pemilik sekaligus direktur UD, Dede Satoe Surabaya. Dede Satoe sendiri adalah Industri Kecil Sambal Rumahan yg siap saji dan tersedia dalam berbagai varian rasa. Dede Satoe berdiri sejak November 2011 di Surabaya Indonesia. Menggunakan bahan baku yang tersedia di Surabaya dan sekitarnya mulai dari mengolah 1kg cabai hingga sekarang dapat mengolah 150kg cabai perhari.

Dalam wawancara itu, bu Susi sapaan akrabnya menjelaskan bahwa penjualan barang terdapat dua cara yaitu langsung ke konsumen lewat online atau pemesanan dan melalui distributor ataupun eksportir.

Pensiunan PNS itu mengatakan bahwa ia memiliki hobi memasak dan ingin menjadikan hobinya memiliki nilai jual yang tinggi.

“hobi saya adalah memasak, memasak ini saya jadikan komoditi supaya dari hobi bisa menghasilkan bisa membantu orang lain, gitu, jadi berawal dari hobi saya memasak satu kilo cabai untuk menjadi sambel bermodal 50 ribu hingga menjadi sekarang.”

Bu Susi menjelaskan bahwa mulai dari tahun 2012 ia mulai menghimpun perizinan untuk mempermudah dalam distribusi produknya hingga pada tahun 2013 sudah bisa masuk ke Ranch Market dan Transmart. Ia menerangkan bahwa pada awalnya proses penjualan hanya pada lingkup teman, saudara dan sanak family. Setelah memiliki perizinan yang lengkap barulah usaha bu Susi berkembang secara drastis.

Pada 2016 lah usaha bu Susi ini dapat tembus ekspor Amerika Serikat meskipun masih dalam jumlah sedikit, yaitu dua kali pengiriman dalam setahun. Namun ia mengatakan hal tersebut sudah menjadi sesuai yang luar biasa karena lolos FDA USA (Food and Drugs Agreement USA) tidaklah mudah. Pada 2020 usahanya bisa mengirimkan 12 kali ekspor dalam setahun meskipun tidak satu kontainer full.

Ia menjelaskan bahwa kesuksesan usahanya tidak lepas dari peran-peran berbagai pihak mulai dari Pemerintah Kota Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT. Pelindo sebagai BUMN yang memberikan pinjaman modal 30 Juta Rupiah hingga Universitas Surabaya (UBAYA) yang mendampingi hingga mendapatkan sertifikasi ISO 9001 dan HACCP.

Di masa pandemi saat ini usahanya masih tetap berdiri kokoh berkat Market Place, mulai dari Bukalapak, Tokopedia, Lazada, dan Shopee sejak 2019 yang bisa menjangkau hingga pelosok-pelosok daerah.

Menurutnya UMKM sangat penting karena dapat membantu perekonomian masyarakat kelas bawah dan membantu masyarakat sekitar, hingga sekarang bu Susi telah mempekerjakan 13 ibu-ibu yang berasal dari sekitar rumahnya. UMKM di Surabaya berkembang sangat luar biasa juga didukung dengan perhatian Pemerintah Kota Surabaya terhadap perizinan-perizinan UMKM di Kota Surabaya yang tidak dipungut biaya, mudah dan dapat melalui online.

“Menurut saya UMKM lebih kuat daripada perusahaan besar karena karyawannya banyak dan di sini saya sendiri menjadi sebagai owner, sebagai direktur, sebagai karyawan semua dicakup sendiri menjadi Dirjen alias Direktur Ijenan, jadi apabila terjadi goncangan di dalam perusahaan itu tahan banting,” ujarnya.

“Saran saya menjadi UMKM itu jangan mudah putus asa, menjadi motto bahwa hidup itu perjuangan, jadi kita berjuang untuk sesuatu yang kita inginkan, seperti visi Dede Satoes yang ingin mengglobalkan sambal Dede Satoe ke seluruh dunia,” pungkasnya.

Di akhir wawancara bu Susi percaya bahwa para UMKM di Surabaya dapat berhasil seperti dirinya asalkan terdapat komitmen, cita-cita dan tidak mudah putus asa.

Sambal Dede Satoe usaha bu Susi sendiri telah mendapatkan banyak penghargaan di antaranya, Industri Kecil Terbaik No.1 Kota Surabaya pada 31 Mei 2013 yang diberikan oleh Walikota Surabaya, Pahlawan Ekonomi Industri Kecil Terbaik No.1 Kota Surabaya pada 22 Desember 2013 yang diberikan oleh Walikota Surabaya, Nominasi Penghargaan sebagai UKM Award 2013 Kategori Produk Bumbu untuk usaha kecil yang diberikan oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia. (Abdul Manaf Farid)

Berita Terkait