Minggu, 7 Juni 2026, pukul : 03:19 WIB
Surabaya
--°C

Wisma Atlet dan RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Penuh

JAKARTA-KEMPALAN: Kasus Covid-19 di Jakarta masih terus mengalami penambahan pascalibur Lebaran. Pada Selasa (15/6/ 2021) kemarin, Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan adanya penambahan 1.502 kasus baru. Kasus aktif Covid-19 di Jakarta sampai kemarin, tercatat mencapai 19.244 pasien.

Jumlah itu naik signifikan dibandingkan data pada 6 Juni yang berjumlah 11.500 orang. Korban meninggal dunia bertambah 25 orang pada Selasa kemarin. Secara total kini tercatat 7.634 orang meninggal dunia akibat Covid-19 di Jakarta.

Pada dua hari sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah memperingatkan bahwa situasi Ibu Kota sedang memasuki fase genting penyebaran Covid-19. “Jakarta memasuki fase yang amat genting,” ujar Anies di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (13/6/2021).

Anies mengingatkan warga Ibu Kota untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ia bahkan mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah. “Bila kita tidak melakukan tindakan, maka kita berpotensi menghadapi kesulitan karena fasilitas kesehatan mungkin akan menghadapi jumlah yang tak terkendali apabila pasien, apabila orang yang harus ditangani meningkat secara drastis,” lanjutnya.

Kekhawatiran Anies akan penuhnya fasilitas kesehatan benar-benar terjadi. Di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, jumlah pasien sudah menembus lebih dari 5.000 orang. Bahkan, RS Wisma Atlet sempat menghentikan sementara penerimaan pasien karena seluruh tempat tidur sudah hampir terisi.

Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Letkol Laut M Arifin menyatakan, pihaknya menyetop sementara penerimaan pasien sejak Selasa (15/6/2021) dini hari hingga Selasa Siang kemarin. Penghentian ini dilakukan sementara sambil menunggu tempat tidur tambahan disiapkan. “Dari semalam saya pending dulu, tidak ada yang ngirim pasien dulu untuk persiapan atur tambahan bed,” kata Arifin saat dihubungi, Selasa (15/6/2021) sore kemarin.

Penambahan tempat tidur ini dilakukan karena RS Wisma Atlet sudah hampir terisi penuh. Sebelum penambahan kasur, RS Wisma Atlet hanya mampu menampung 5994 pasien. Sementara sampai Selasa pukul 08.00 pagi, jumlah pasien yang dirawat sudah mencapai 5.453 orang. “Saat ini penambahan bed sudah selesai dilakukan dan kami kembali menerima pasien,” kata Arifin.

Arifin mengatakan, total ada penambahan sebanyak 2.000 tempat tidur yang kini sudah dioperasikan di sejumlah kamar perawatan. Sejumlah kamar berukuran besar yang sebelumnya hanya berisi dua bed, kini diisi 3 bed sekaligus. Dengan penambahan tempat tidur ini, kini total kapasitas di 4 tower RS Wisma Atlet Kemayoran mencapai 7.994 orang.

“Ini sudah meningkat daya huninya,” kata Arifin. Selain penambahan bed, pengelola RS Wisma Atlet juga sedang bersiap mengoperasikan tower 8 di Pademangan.

Tower itu selama ini diisi oleh pekerja migran yang baru saja kembali dari Indonesia untuk melakukan karantina. Namun para pekerja migran itu akan dievakuasi ke tower 9 dan 10, sehingga tower 8 bisa difokuskan untuk pasien positif Covid-19. Dengan tambahan tower 8 ini, maka kapasitas RS Wisma Atlet bisa meningkat sampai 9.566 tempat tidur.

Membeludaknya pasien tak hanya terjadi di RS Wisma Atlet, tapi juga RS rujukan Covid-19. Ini misalnya terjadi di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Rumah Sakit itu terpaksa menolak pasien baru Covid-19 karena seluruh ruangan isolasi sudah penuh. Hal ini diungkapkan dokter Jack Pradono, salah satu dokter yang bekerja di RS Islam Jakarta.

Lewat unggahan di akun Instagramnya @drjackpradono, dokter Jack mengingatkan masyarakat bahwa kasus Covid-19 di Ibu Kota saat ini kembali mengalami lonjakan. RS Islam Jakarta Cempaka Putih tak lagi memiliki ruangan untuk isolasi pasien Covid-19. “DI @rsijcempakaputih mulai tadi malam, kami menolak pasien Covid-19 baru karena tempat penuh, baik di paviliun isolasi maupun di ICU,” tulis Jack di akun Instagramnya pada Minggu (13/6/2021).

“Jadi bilamana ada orang dalam yang sakit, bahkan bila keluarga inti dari karyawan yang sakit Covid-19 hari ini, kami tidak akan bisa merawatnya,” sambung Jack. Jack mengatakan, pihaknya sedang melakukan konversi beberapa paviliun untuk menjadi paviliun Covid-19, namun butuh 2-3 hari paling cepat. Selain persiapan ruangan, pihak RS juga butuh menambah relawan tenaga kesehatan. (ko)

 

 

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.